Posted in Inspiring Person, Muslim in Taiwan, Sharing Muslimah

Mengenal Sosok Mbak Ami’

Beberapa hari yang lalu ada salah seorang kawan BMI (Buruh Migran Indonesia) yang mengkontak saya di facebook. Mbak Ami’ namanya. Beliau menanyakan keberadaan saya dan ingin bertemu hari itu juga di Taipei Grand Mosque. Beliau ingin menyerahkan sumbangan donasi untuk Palestina. Tahun lalu memang saya pernah membantu beliau menyalurkan donasi ke beberapa masjid sehingga kali ini dia menghubungi saya kembali. Kemudian saya sampaikan untuk mengkontak mas Ucup sebagai perwakilan ACT di Taiwan.

Inilah salah satu hal yang membuat saya merasa sangat salut ke mbak-mbak BMI yang bekerja di Taiwan adalah mereka bersemangat sekali untuk bersedekah. Mungkin ini karena mereka sama-sama berada di tempat yang jauh dari sanak saudara. Ketika ada saudaranya yang membutuhkan, dengan sigap mereka bersedia membantu.

ukhuwwah

Dalam beberapa kesempatan kemudian saya menanyakan kondisi pekerjaan beliau. Terakhir kali bertemu, beliau menyampaikan akan pindah kerja ke majikan yang lain. Saya masih ingat suka duka beliau. Ketika bekerja di majikan pertama, Mbak Ami’ masih diperbolehkan untuk puasa, masih bisa menjaga makanan karena sang majikan seorang vegetarian, dan juga dibolehkan untuk shalat. Berbeda kondisi 180 derajat ketika ia diminta pindah ke majikan baru.

Continue reading “Mengenal Sosok Mbak Ami’”

Advertisements
Posted in Inspiring Person

My Mom, Road to Islam

Getaran itu masih ada. Ketika mendengarkan salah satu kawan di taiwan mengucapkan kalimat syahadat. Merasakan ketika itu semua penduduk langit dan bumi bertasbih mendoakannya. Ketika Allaah membuka celah pintu surgaNya, menyediakan tempat tersendiri baginya.

Rasa-rasanya getaran itu masih ada. Bukan kali pertama mendengarkan seseorang mengucap syahadat. Tapi yang menjadi pembeda mungkin karena dia berada di belahan bumi yang satu ini. Minoritas. Dan jauh dari budaya muslim.

Dan tamparan itu amat terasa. Ketika melihat semangatnya mempelajari seluk beluk agama ini begitu menggebu-gebu. Ketika ayat demi ayat bacaan sholat berusaha di hafalkannya. Ketika dia begitu bersemangat membantu event kawan muslim disini. Ah, bongkahan semangat yang menusuk dalam.

Entah kenapa saya selalu merasakan iri di hati. Hampir kebanyakan dari teman-teman yang masuk Islam bukan karena keturunan melainkan karena “pencarian diri”, semangatnya selalu on FIRE terus. Totalitas bisa di bilang.

Tergelitik hati, mencari charge diri, saya kemudian mewawancarai sekali lagi orang paling saya sayangi di dunia ini. Alasan mengapa beliau memalingkan hatinya menuju Islam.

Ibunda tercinta..

*** Continue reading “My Mom, Road to Islam”

Posted in Mengambil Teladan

Belajar Memahami Karakter Pemimpin [2]: Amanah

2. Amanah
Amanah dalam bahasa Arab berarti
memenuhi janji. Amanah diambil dari kata Al-amnu (rasa aman) lawan dari ketakutan. Amanah berarti merasa aman dari pengkhianatan.

Sedangkan secara istilah: Segala sesuatu yang harus dijaga dan ditunaikan, baik itu hak-hak Alloh seperti ibadah dan menjauhi maksiat. Maupun hak-hak sesama manusia, seperti menjaga rahasia dan menepati janji.
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu sekalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil.Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu dan sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (An-Nisa’ : 58).

Ayat ini meskipun menggunakan redaksi yang umum “kepada kamu sekalian”, namun secara lebih khusus pembicaraan ayat ini ditujukan kepada para pemimpin dan penguasa seperti yang dipahami oleh Muhammad bin Ka’ab dan Zaid bin Aslam yang dinukil oleh Ibnu Katsir.
Continue reading “Belajar Memahami Karakter Pemimpin [2]: Amanah”

Posted in Mengambil Teladan

Belajar Memahami Karakter Pemimpin [1]: Al Quwwah

Allah SWT telah menjelaskan kepada kita bagaimana pemimpin yang baik itu, melalui beberapa contoh kepemimpinan yang Allah ketengahkan dalam kitab-Nya, Al-Qur’an.

Dalam QS Al-Qashash: 26, Allah SWT berfirman: “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Wahai bapakku, ambillah ia (Musa) sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat (al-qawiyy) lagi dapat dipercaya (al-amin)“.

Dalam ayat tersebut, Musa as disifati memiliki dua sifat yaitu al-qawiyy (kuat) dan al-amin (bisa dipercaya).Inilah dua sifat yang harus dimiliki oleh seseorang yang “bekerja untuk negara”. Dua sifat tersebut adalah al-quwwah yang bermakna kapabilitas, kemampuan, kecakapan, dan al-amanah yang bermakna integritas, kredibilitas, moralitas.

1. Al Quwwah
Al-Quwwah adalah sifat yang harus dimiliki seorang pejuang Aqidah. Dengan kekuatan da’wahnya dapat terlindungi dan bersama kekuatan, ia bergerak dijalan al-Haqdan al-Khair. Dengan kekuatan seorang pejuang Aqidah dapat mempertahankan diri dan membikin gentar musuh-musuhnya. Tetapi, kekuatan ini, oleh seorang pejuang Aqidah tidak akan digunakan untuk permusuhan dan merusak bumi.
Continue reading “Belajar Memahami Karakter Pemimpin [1]: Al Quwwah”

Posted in Inspiring Person, Mengambil Teladan

Tetangga itu Saudaramu

Berbahagialah mereka yang diberikan kelebihan rezeki karena dari kelebihan itu mereka memiliki kelebihan dalam memberi. Kata-kata itu yang menurut saya paling pas dikatakan kepada tetangga-tetangga saya di rumah. Kebanyakan yang berada di kanan kiri depan rumah adalah orang-orang berada. Tapi tepo seliro, saling membantu, sopan santun mereka sangat luar biasa. Dan yang paling bisa dibanggakan adalah mau membantu dan sering memberi, tanpa mengharap balasan.

Tetangga depan rumah contohnya, beliau paling senang kalau ketemu saya. Setiap bertemu pasti diuyel (maklum kangen mungkin hhe ~). Ketika ada keluarga jauh datang waktu nikahan kakak, beliau tidak segan-segan meminjamkan rumah untuk tidur keluarga jauh itu. Waktu nenek saya meninggal, beliau yang langsung tanpa dikomando membantu memandikan hingga mengurus biaya pemakaman ditengah kebingungan ibuk yang mengurus sendiri karena saya sakit di luar kota.
Continue reading “Tetangga itu Saudaramu”

Posted in Catatan Naylaa, Inspiring Person, Mengambil Teladan

The Power of Our Name :D

Seindah-indahnya kata-kata adalah ketika seseorang tidak lain menyebut nama kita. Bukan nama orang lain. Percaya? Coba saja perhatikan diri kita sendiri. Ketika seseorang menyebut nama kita dengan nama dek, atau mbak, dengan ketika menyebut nama kita dengan nama, Nila, misalnya. Jika menyebut dengan dek atau mbak, kebanyakan berpikir itu panggilan global karena mungkin ybs lupa nama kita. Atau bahkan ketika itu bahasa SMS orang akan berpikir bahwa itu adalah jarkom massal untuk menghemat kata -_-“, padahal mungkin yang bersangkutan tidak bermaksud demikian. Jika menyebut nama kita sendiri, rasanya ada efek “creengg”. Subhanallaah, ternyata saya masih diingat ~ #alaymodeON :D.

Bahkan, menjadi suatu kenikmatan atau kebahagiaan tersendiri ketika ada yang mengingat nama kita padahal orang itu sibuknya bukaaan main luar biasa. Saya masih teringat, ketika awal kuliah di pasca sarjana dengan ketua jurusan saya. Beliau adalah sosok kharismatik dan tidak banyak bicara, dan jarang menyebut nama seseorang mahasiswanya ketika mengajar. Suatu saat dimata kuliah merangkai rangkaian elektronik untuk mobil mainan (matakuliah unik untuk jurusan saya tapi seru :D) saya sudah menduga bahwa anak-anak akan datang terlambat. Terbukti selama beberapa kali perkuliahan saya selalu menemani bapaknya dulu di awal kuliah -_-. Hingga kesekian kalinya di saat itulah beliau bertanya, “Nila, teman-teman yang lain dimana ya?” sambil menyebut nama panggilan teman-teman saya yang ini dan itu ~ Saya diam sambil kaget dan ketap ketip #reflek. Tidak menyangka bahwa orang sesibuk beliau ternyata hafal nama-nama mahasiswanya. Apalagi nama saya… #hiks.. bapak ini keren subhanallaah ~ Respek saya bertambah ^^b #agaklebay.
Continue reading “The Power of Our Name :D”

Posted in Catatan Naylaa, Mengambil Teladan

Pemuda Gaza dan Pemuda Indonesia

Kebahagiaan ketika melingkar kembali salah satunya adalah ketika banyak hal baru yang saya peroleh. Apalagi jika itu berasal dari narasumbernya langsung. Tentu saja itu menjadi kesenangan tersendiri.
Ketika itu murobbiyah saya bercerita dimana beliau mengunjungi sebuah forum di daerah barat. Disana beliau bertemu dengan seorang ustadzah yang ketika itu pernah mengunjungi Gaza bersama rombongan komisi 10 dari Indonesia. Sebut saja ustadzah Nur Jannah (supaya kelak saya ndak lupa sumbernya dari siapa ). Beliau bercerita ketika rombongan mencapai tanah Palestin, mereka dijemput oleh beberapa mobil sekelas BMW (saya lupa jenis tipe mobilnya), dengan orang-orang yang sangat rapi. Jika dulu yang ada di pikiran saya pastinya Negara yang sedang perang sibuk menghadapi musuh dalam keadaan lusuh, suasana mencekam dan sebagainya (pikiran yang aneh-aneh versi orang awam). Ternyata semua tidak benar! Media memang menipu. Huhh~

Salah satu agenda beliau kala itu adalah mencoba mengunjungi tempat tahanan Israel. Sebenarnya aneh juga, kok boleh-bolehnya ya penjaranya dikunjungi. Mungkin salah satunya adalah menjaga citra di mata dunia dan yang mengunjungi adalah pihak pemerintah kata teman-teman. Wallahu ‘alam. Disana beliau juga bersama dengan salah seorang ibu yang ingin bertemu dengan anaknya yang dipenjara 10 tahun lalu ketika berumur 10 tahun. Kejam. Nemen. Ndak beradab tenan! Anak kecil saja dipenjara. Lebih-lebih lagi, beliau mendapat cerita bahwa ternyata Israel memenjarakan warga palestin 1000-1500 tahun! Sebuah bilangan angka yang sangat tidak logis. Mana ada di zaman sekarang yang memiliki usia mencapai angka tersebut. Ternyata tidak lain, saking takutnya mereka akan rakyat Palestin, bahkan jenasah mereka pun masih dipenjarakan!

Beliau juga bercerita, jika di penjara biasanya wajah para penghuninya adalah wajah-wajah pasrah, lain halnya dengan tahanan berisi warga palestin. Penuh dengan wajah tanpa pernah merasa pesimis atau pasrah. Ya, karena dalam benak mereka tak tampak rasa takut pada kematian atau siksaan. Bahkan itu bagi mereka merupakan syahid dan impian semuanya. Jika mau ditanyakan pada hampir setiap anak kecil yang disana akan mimpi mereka, pasti jawaban mereka satu sama lain sama. Menjadi barisan Izzuddin Al Qasm dan mati syahid! JLEB! #Merekam ulang mimpi saya sendiri. Adakah yang seperti itu nduk?
Continue reading “Pemuda Gaza dan Pemuda Indonesia”