Posted in Road to Taipei

Applications for applying Taiwan Campus

Bismillaah. Kali ini saya mau share tentang next step ketika teman2 di terima di NTUST. Note kali ini sekaligus menjawab permintaan teman2 saya double degree di ITS. #Keep fight guys ^^b

Nah, setelah dag dig dug menunggu hasil pengumuman dan dinyatakan kalau teman2 di ACCEPT di NTUST, ada beberapa berkas yang teman2 harus siapkan.
Continue reading “Applications for applying Taiwan Campus”

Posted in Catatan Naylaa, Road to Taipei

Step by step to go to Taiwan

Kali ini saya menulis tentang perjalanan sebelum meng-apply sekolah ke Taiwan. Sekaligus menjawab permintaan beberapa teman untuk menshare informasi. Beberapa saya sadur dari jawaban saya untuk majalah vivat. Semoga bermanfaat ^^

1. Proses perjalanan untuk kuliah di Taiwan

Sebenarnya perkuliahan ke taiwan ini sebenarnya di luar rencana sekali. Awalnya, nila sudah tergabung dalam program fastrack, dan pihak ITS sudah merencanakan untuk kuliah S3 di jerman selepas lulus S2 di ITS. Ketika di akhir semester 2, nila tiba-tiba ingin kuliah double degree untuk merasakan dulu seperti apa sih budaya riset, culture, dan masyarakat di luar negeri, supaya nantinya tidak kaget ketika berkuliah di jerman. Dan alhamdulillaah, waktu itu tiba-tiba ada email dari teman yang mengatakan bahwa beberapa profesor dari jurusan Industrial Management NTUST datang ke jurusan. Akhirnya, nila cari-cari biodata profesor tersebut, bertanya-tanya tentang perkuliahan disana ke beberapa dosen yang pernah kuliah disana, dan mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan (cv, toefl, dsb).
Continue reading “Step by step to go to Taiwan”

Posted in Memoar Perjalanan, Road to Taipei

Road to Taipei #2

Bukan terlambat menyadari, hanya saja saya melihat tidak ada muslim satupun di dalam pesawat itu mengingat yang berkerudung di dalam pesawat besar itu hanya saya dan teman saya. Tapi sepertinya kebanyakan orang dewasa sudah terbiasa dengan orang muslim dimana-mana sehingga saya pun biasa saja (dari awal memang harusnya biasa saja bukan? ^^v)

Di pesawat lagi2 kami melihat ke kanan kebelakang ke atas ke samping. Tepat d samping depan kami duduk seorang bapak berkewarganegaraan jerman. Yang keren dari beliau adalah totally almost his time digunakan untuk mengerjakan sesuatu, tidak tidur atau pun mengantuk. Beliau selalu berada di depan leptop atau pun membawa kertas dan bolpoin. Saya sekilas mengintip ke arah kertas yang beliau kerjakan, isinya adalah kumpulan mapping dan angka-angka yang tidak bisa dimengerti dengan sekali lihat. Benar2 beliau menghabiskan waktu dengan sangat bermanfaat. Continue reading “Road to Taipei #2”

Posted in Memoar Perjalanan, Road to Taipei

Road to Taipei #1

Mumpung saya masih ingat, saya akan bercerita tentang perjalanan menuju tempat baru, Taipei.

Saya sengaja untuk tidak memberi tahu banyak teman tentang tanggal berapa saya berangkat ke sana. Karena saya khawatir teman2 akan terepotkan. Jadi saya lebih prefer mmberitahu beberapa anak puteri dan anak2 kelas serta dosen2 yang saya pamiti. Akhirnya beberapa baru saya sms dan telepon ketika saya berada d bandara. Dan sangat menjengkelkan sekali ada yang berkomentar bahwa saya menganggap mereka tidak penting dengan sikap saya tersebut. Biarlah, itu ujian hati mereka karena telah bersuudzon seperti itu. #senyum

Tapi so far, alhamdulillah saya pun landing bersama teman saya. Di pesawat sempat deg2an, karena biasanya saya mengalami yang orang2 bilang bermasalah dengan pendengaran. Biasanya ketika landing, beberapa orang yang tidak terbiasa akan mengalami permasalahan dengan gendang telinganya. Akhirnya saya menerapkan banyak tips dari teman2. Continue reading “Road to Taipei #1”