Posted in Sharing Buku Bagus

Memakna Lapis-lapis Keberkahan


buku

Sabtu kemarin, 19 Juli 2014, saya mendapatkan kesempatan untuk menyimak kajian dan bedah buku seorang penulis kondang. Lapis-lapis keberkahan adalah tajuk kajian tersebut sekaligus judul buku terbaru yang dirilis ustad Salim A Fillah. Dan kemarin, buku tersebut habis dibedah bersama dua ustadz senior yaitu ustad Tulus Musthofa (pengasuh pondok pesantren Darush Hiraa) dan ustad Syatori Abdurrauf (pengasuh pondok pesantren Darush Shalihat).

Acara dimulai dengan pemaparan alasan penulis yang menggunakan kata “berkah” sebagai judul bukunya. Berkah disini memiliki makna asas yaitu tetap dan senantiasa melekat. Dan tanpa disadari, sebenarnya Allaah senantiasa memberikan keberkahan pada tiap makhluknya.

Belajar dari jaman kenabian, ketika itu ada seseorang bernama halimatussa’dyah yang pekerjaannya memberikan air susunya kepada anak para pemuka tinggi. Tapi, tak seorang pun yang mau menoleh padanya. Tubuh halimah kurus kering, bahkan sebenarnya air susunya hampir sudah tidak bisa keluar lagi. Akhirnya halimah atas ijin suaminya mengambil sosok bayi yang tak satu pun mau menyusuinya. Dan tatkala pertama kali menggendong si kecil, halimah langsung merasakan getaran berbeda. Badannya serasa membaik, dan seolah-olah air susunya penuh untuk menyusui banyak bayi. Pun seketika itu pula, unta dan kambing-kambingnya yang loyo menjadi makhluk yang jalannya cepat. Bahkan orang-orang disekitarnya mengira bahwa itu kendaraan setan. Itulah berkah kehadiran si kecil Muhammad kepada pasangan halimah atas ijin Allaah.

Allaahuakbar. Begitulah keberkahan. Kadang ia datang pada hal-hal yang tidak dilirik oleh manusia. Tabarokallaah! Maha Suci Allaah pencipta yang paling baik.

seindah-cinta-islam-58

Sesi selanjutnya, ustad Tulus kemudian memberikan beberapa tambahan. Beliau bercerita bahwa saat ini banyak orang kesulitan dalam memaknai keberkahan. Padahal keberkahan yang dihadirkan oleh Allaah pada hambaNya itu ada di setiap lini. Ketika mencari pekerjaan, belajar, dan lain sebagainya. Entah karena kufur nikmat atau bagaimana, tak jarang banyak yang menilai keberkahan yang diberikan Allaah itu sedikit. Padahal, yang sedikit itu sejatinya menjadi banyak karena berkahNya, dan yang banyak itu semakin memberikan manfaat dengan keberkahanNya pula.

Pun dalam kehidupan ini, kadang masing-masing dari pribadi kita bisa bernilai berkah atau tidak. Ada sosok yang dia hidup tapi sejatinya dia mati, ada yang hidup dan senantiasa terus hidup, serta ada yang sudah mati namun sosoknya masih hidup.

Orang yang hidup namun sejatinya mati adalah ketika dia tidak bisa memberikan kemanfaatan untuk sekitar dan kematiannya justru dinanti-nanti oleh sekitar. Para koruptor misalnya. Sedangkan orang yang hidup dan tetap hidup adalah mereka yang hidupnya penuh kemanfaatan dan hingga sekarang masih beraktivitas positif untuk sekitar. Dan ada pula yang mati tapi hidup, yaitu orang tersebut masih memberikan kebaikan jariyah kepada sekitar meskipun beliau sudah tidak ada. Sebagai contoh orang tersebut pernah menulis buku dan buku tersebut dibaca oleh berlapis orang hingga beliau meninggal. Atau bisa jadi orang tersebut pernah mewaqafkan tanahnya, atau sebagian hartanya untuk pembangunan masjid yang terus menerus dijadikan tempat ibadah orang lain.

passive-income

Sekarang kita tinggal memilih, ingin menjadi orang yang hidup tapi mati, atau hidup dan senantiasa terus hidup dan menghidupkan sekitar.

#Untuk Prolog buku bisa di simak disini: Lapis-lapis Keberkahan

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

2 thoughts on “Memakna Lapis-lapis Keberkahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s