Posted in Catatan Naylaa

Belajar dari Switzerland


Salah satu keuntungan saya kuliah di NTUST adalah setiap minggunya departemen saya selalu menghadirkan berbagai pemateri dari berbagai elemen, baik itu dari kalangan praktisi, kedutaan, ekonom, dan lain sebagainya. Dan di sore ini mendapat share informasi sangat berharga dari belahan benua lain, tepatnya dari Switzerland.

Switzerland sebagai salah satu Negara di Eropa bisa dibilang berukuran sama dengan Taiwan. Berdasarkan pemaparan Mr. Jost Feer, Director of the Trade Office of Swiss Industries (TOSI), beda luas lahan antara Negara ini dengan Taiwan hanya 0.01%. Dari beda sekecil itu seharusnya perbedaan dengan Taiwan tidak terlalu besar bukan? Tapi ternyata banyak hal yang unik dari negara ini. Yuk disimak😀

switzerland

  1. Switzerland ternyata merupakan negara kecil namun memiliki 5 nuklir.
  2. Jika Taiwan berfokus pada pengembangan IT dan optimalisasi tourism untuk mengembangkan negaranya, berbeda halnya dengan Switzerland. Negara ini lebih concern pada pengembangan industri permesinannya. Dari 6 besar faktor yang mempengaruhi pengembangan Switzerland, negara ini memasukan Tourism ke urutan terakhir, sedangkan IT tidak dimasukkan. Saya bisa menangkap bahwa negara ini menjadi IT sebagai support sistem utama yang ada untuk mendukung sinergisitas.
  3. Kalau kita lihat, Taiwan memiliki 160 universitas termasuk swastanya dengan jumlah mahasiswa internasional sebesar 2.8%. Yang mengagetkan adalah Switzerland memiliki hanya 12 universitas dengan jumlah mahasiswa internasional sebanyak 45%.

1351679207

  1. Budaya merupakan salah satu ranah yang diperhatikan oleh negara ini. Hanya saja, untuk mengenalkan culture disini Switzerland menggunakan pendekatan berbeda. Negara ini membidik anak-anak sebagai objek. Menurut pandangan mereka, anak-anak lebih open mind terhadap hal-hal baru sehingga mereka cenderung memiliki minat belajar tinggi terhadap culture negara mereka. Sounds interesting.

swiss-international-boarding-school-college-leman

  1. Dari segi pendidikan, biaya pendidikan di Switzerland tergolong sangat murah. Per semesternya sekitar $1000 US. Hal ini dikarenakan memang negara ini sangat concern dengan pendidikan sehingga ada subsidi langsung dari pemerintahnya. Yang membuat mahal justru biaya hidup dinegara ini. Para pelajar yang tertarik untuk kuliah disini harus siap untuk kaget dengan pengeluaran sekitar $20.000 US per tahunnya.

swiss_school_rome-33623940

  1. Switzerland termasuk leader dari pengembangan industri di Eropa. Bisa kita cari banyak perusahaan-perusahaan besar lahir disini. Tapi, bisa dihitung jari yang berkaitan dengan raw material. Maksudnya, hanya sedikit pabrik yang berdiri. Kenapa? Karena luas lahan di negara ini tidak besar salah satunya. Dan yang paling menarik adalah alasan yang diungkapkan oleh Mr. Jost, “We concerns about the brain”. Jadi, konsep dan ide adalah yang terpenting, sedangkan pembangunan atau implementasi bisa dilakukan di negara lain.

map

  1. Research merupakan hal yang sangat ditekankan di negara ini. Banyak pengembangan yang diupayakan untuk menghasilkan renewable energy, salah satunya adalah dari sektor listrik, biogas, water, dsb.

renewable_energy

  1. Switzerland memberikan punishment berat kepada para pelaku perusak alam atau ‘pengedar’ polusi. Entah itu polusi udara, air, atau aneka sampah yang dihasilkan. Pihak pabrik contohnya harus memilih untuk memberikan solusi dari limbah yang mereka buang atau membayar denda yang tidak sedikit untuk ‘sampah’ yang mereka buang.
  2. Switzerland juga terkenal dengan sistem recycling terbaiknya di dunia. Negara ini  bisa menerapkan konsep bottom to up. Jadi, masing-masing individu dari berbagai elemen ketika mengkonsumsi sesuatu harus memperhatikan sampah yang mereka buat. Apakah sampah yang mereka buang bisa diolah kembali, atau mereka membayar denda.

justsaynotoplasticbags

  1. Yang paling menarik (bagi saya :D) adalah tentang salah satu sistem demokrasi mereka. Switzerland sangat open terhadap masukan dari masyarakatnya. Ambil contoh, masyarakat bisa mengajukan gugatan dalam bentuk proposal (atau yang dimaksud disini adalah petisi) ketika tidak setuju dengan regulasi yang diberikan oleh pemerintah. Ketika minimal jumlah signature terkumpul sejumlah 100, kita bisa berikan kepada pemerintah. Pemerintah kemudian mengecek kevalidan dengan mengambil random sample dari 100 signature tadi. Jika memang valid, maka akan dimasukan di rapat besar kalangan parlemen. Jika tidak, pemerintah memberikan feedback berupa counter proposal yang diajukan melalui media. Disini masyarakat kemudian diberikan kebebasan memilih mana yang lebih baik, counter proposal atau usulan dari masyarakat.

Saya jadi teringat cerita dari Pak Ganjar, salah satu mahasiswa PhD di England. Kalau teman-teman masih ingat kasus Mesir dimana terjadi kudeta terhadap presiden Mursi, nah, pak Ganjar ini merupakan orang yang menginisasi pengajuan petisi agar pemerintah Indonesia segera memberikan penyataan mengecam tindakan itu. Bulan lalu beliau pernah share informasi dengan RPDC tentang mekanisme pengajuan petisi yang ada di England. Di England sendiri, dibutuhkan sekitar 1000 tandatangan ketika suatu pihak ingin mengangkat isu banding kepada pemerintah. Jika sudah terdapat 1000 tandatangan, maka parlemen akan memasukan pembahasan tersebut ke dalam agenda besar rapat.

Kalau saya menyimak negara kita sendiri, Indonesia, yang menganut sistem dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tidak ada regulasi yang mengatur tentang petisi sebagai salah satu masukan dari rakyat. Bagi saya sendiri, hal ini bisa menjadi rekomendasi sangat baik dari rakyat kepada pemerintahan karena yang merasakan kondisi di lapangan dari sistem yang diterapkan oleh pemerintah adalah masyarakatnya bukan?

Sebuah presentasi yang sangat menarik sekali, membuat saya pribadi ingin berkunjung kesana. Terutama untuk melihat orchestra ternama disana. Hehe.

590521358304
#Terima kasih untuk giftnya Mr Jost. Hasil bertanya ~🙂

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s