Posted in Catatan Naylaa

Kesetiaan dan Bangun Cinta


Awalnya saya mengira bahwa godaan terbesar itu dialami mereka yang masih single karena kondisi mereka masih labil. Apalagi bagi yang berstatus single, tapi sudah bekerja dan tergolong mapan. Tapi saya salah, hingga ada beberapa fenomena geje yang terjadi beberapa kali ini. Dan mungkin saya baru menyadari, atau selama ini pura-pura menutup mata, bahwa berkomunikasi dengan orang yang sudah menikah itu tidak selamanya aman.

Siapa yang kemudian bisa menyangka jika seorang lelaki bisa memiliki keinginan untuk mencari yang lain dari istrinya? Dan luar biasanya keterlaluan. sementara sang istri dengan setia menemani dan melayani suami. Saya sempat bertanya kepada beberapa teman putera, apa sebenarnya yang membuat seorang lelaki mengalihkan pandangannya pada hati yang baru. Dan jawabannya bermacam-macam, dan yang paling sederhana mungkin adalah karena sang istri secara sadar atau tidak sadar mungkin mengabaikan hal kecil untuk suami, misal menolak membuatkan suami secangkir gelas karena kelelahan dan sebagainya. Mungkin saya bisa sedikit paham.

Tapi, kadang saya berpikir, lupakah seorang lelaki dengan “perjuangannya” untuk mendapatkan dan menikah dengan istrinya? Lupakah dia dengan janji yang dia ucapkan ketika akad dulu? Dan kalaupun sang istri melakukan kesalahan, tidakkah dia mencoba melihat kebaikan-kebaikan istri? Lupakah dia dengan pengabdian si istri mulai sejak menikah hingga mendidik anak-anaknya?

Wajar jika kemudian mereka yang belum menikah kemudian menjadi paranoid. Setidaknya, saya jadi belajar makna kesetiaan dan bagaimana membangun cinta. Tidak hanya harus dimiliki oleh sang istri, tetapi juga suami.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

7 thoughts on “Kesetiaan dan Bangun Cinta

  1. Bersyukurlah,. pada setiap fenomena, terdapat pula hikmah yang bisa kita dapatkan.
    yang Nila lihat, amati dan rasakan adalah sedikit dari fenomena keluarga yang ada di sekeliling nila (barangkali seperti itu). Di luar sana masih banyak suami yang lebih bajingan (maaf klo rada kasar) dari yang nila amati, ataupun istri yang lebih buruk perilakunya dari yang nila amati. Tapi di luar sana pula, juga masih terdapat ribuan suami yang setia dan bertanggung jawab menafkahi dan melindungi keluarga seperti Nabi SAW, dan juga istri solehah yang menjaga kehormatan keluarga dan menjadi peneduh suaminya seperti Khadijah.
    Saya ga mau berkomentar lebih jauh terhadap masalah “suami-mengalihkan-hatinya-ke-yang-lain” . Karena belum tentu bisa lebih baik. Karena godaan setiap pria itu jelas. Harta, Tahta dan Wanita.
    Sikap paranoid Nila bisa dimengerti, tapi bukan berarti mengambil jalan paranoid seumur hidup dan tidak menikah kan?
    selipkanlah selalu dalam setiap doa untuk meminta jodoh dengan kriteria yang diinginkan dan jelas, dan petunjukNya ketika menerima tawaran dari putra Adam agar tidak menyesal di kemudian hari.
    cobalah, untuk selain mengamati di sekitar dengan kondisi “suami-mengalihkan-hatinya-ke-yang-lain”, juga diimbangkan dengan “suami-yang-setia”,sehingga lebih obyektif dalam mengambil pandangan.
    alhamdulillah, di dekat saya (bc:lab) ada contoh keluarga yang baik yang bisa saya ambil banyak pelajaran positifnya ketika berinteraksi dengan mereka dan membangun optimisme dalam berkeluarga nanti. Demikian juga dengan ayah-ibu saya sendiri, ayah saya, yang mengajari dan memberi contoh apa itu kesetiaan pada istri, dan ibu saya, mengajari dan memberi contoh apa itu kesetiaan pada suami🙂
    (kalau mau, boleh saya ceritakan kapan2, tadi ndak diforum ini)

    Semangat buat cari calon suami yang setia dan solehah nil,. hhe,.😀

    1. iya mas def.. dulu saya mengira kalau yang kayak d sinetron itu ndak bakal terjadi, ternyata ada juga. wallaahualam, tp memang iman itu sangat menentukan.

      he eh, ndak paranoid se mas. cuma memang jadi sangat selektif saja. masing2 harus bisa saling menjaga. itulah kenapa saya pakai tagline bangun cinta, bukan jatuh cinta. karena ada masanya hati itu untuk berpaling atau bosan. tapi bagaimana iman itulah yang menjaga dan meluruskan visi misi bersama. bukannya demikian ya?

      iya nanti tak tagih ceritanya. atau d buat blog aja mas hehe, yang jelas insya Allaah saya cari suami sholeh mas, ndak sholehah. bahaya

  2. mungkin kamu ‘disuruh’ belajar sama lebih banyak sumber lagi non.
    aku belajar banyak dari banyak pasangan dengan berbagai kasus, mulai bitter sampe sweet. Jadi semua ‘info’ diinput, trus diproses buat dipilah mana yang patut ditiru mana yg engga, nah ntar tinggal ‘nunggu’ timing outputnya aja *apasih ini -_-
    mangat yeeaa noonn… kadang yang single diuji dengan ‘gelisah hati’ dan ‘rasa sendiri’ , kadang pula yang berpasang diuji dengan ‘tak tenang’ dan ‘minor problem yang terlupakan’😀

    1. yup. absolutely. nuhun ya.. ndak mungkin aku cuma melihat yang buruk2 aja. banyak contoh yang baik insya Allaah. meski aku yakin juga ada bumbu2 pertengkaran satu sama lain, hanya bagaimana bisa saling menjaga hati satu sama lain itu yang menguatkan juga. cuma sometimes, aku gemes ae.

      eh, iya kah? alhamdulillaah ujian hatiku sekarang tesis e -_- gelisah hati karena tesis.

  3. Diminta nila untuk baca dan koment catatan ini, akhirnya ku browsing juga catatannaylaaaaaa …

    Berbicara mengenai kesetiaan, sulit untuk mengukurnya karena bukanlah suatu besaran kuantitatif… dan kita tidak bisa mengetahui orang ini bakal setia atau gak, kita tidak bisa judge apalagi menghakimi karena Belum tentu seorang yang (jidatnya hitem pekat, dhuhanya gak pernah bolong, puasa senin kamis nya apalagi), dia lebih setia dibanding seorang muslim perokok yang hanya mengerjakan ibadah wajib saja (ekstremnya seperti itu).

    Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya
    ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhari dan
    Muslim)

    menurut saya ada 3 pertimbangan nil untuk memilih pasangan hidup:
    1. Pertimbangan rasional (Diskusi, ta’aruf, kenal keluarga, kenal cita2, kondisi ekonomi, dan sejenisnya)
    2. Pertimbangan emosional (Ibunda kita setuju gak, kalau setuju oke kalau gak setuju silahkan dipertimbangkan)
    3. Pertimbangan spiritual (Solat istikhoroh).

    Aku yakin masih banyak nil pria2 baik di luar sana (defa, dll). So, jangan paranoid dulu yaa. Bacaan buku poligaminya dikurangi, bacaan buku2 asma nadia ttg kejahatan laki2 nya dikurangi yaa.😀 .

    Kadang aku kagum dengan orang tuaku yang pernikahannya awet sampai 25 tahun. dari awal miskiin, sampai bangkit sedikit demi sedikit, tetep setia.. dan orang2 lain yang pernikahannya awet juga harus dicontoh.

    nila orangnya baik, pinter, insya Allah sholehah juga… So, jangan khawatir akan dapat suami yg buruk, insya Allah dapat suami yang baik.

    mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan, Maaf kepanjangan,😀

    1. iya mas. lagi-lagi, memang iman dan komitmen yang menguatkan. fyuh ~ saya memang ndak pernah menjustice kalau orang yang lebih paham agama itu akan lebih bisa memuliakan istrinya memang. banyak fakta dilapangan kalau paham itu hanya skedar paham.

      3 pertimbangannya kayak gitu ya mas? itu versi mana? kalau sy soalny agak beda se :O, tapi pada dasarnya sama..

      he eh mas, memang masih banyak orang yang lebih baik. saya cuma berusaha mengambil hikmah dari “fenomena2 alam” yang saat ini terjadi disekitar saya. walau entah kenapa buku2 macam gitu selalu kadang saya baca. yah, memang seharusnya tidak hanya dari kaum puteri aja yang baca2 buku macam begitu mas, tapi dari teman2 putera juga. supaya belajar memuliakan istrinya. saling menguatkan satu sama lain.

      contoh2 baik memang ada dari keluarga terdekat seharusnya. kalau mas dari orangtua. saya juga sering dengar dari ibu bgitu.. kalau mengingat masa2 perjuangan dari awal (dari kondisi 0 bahkan mungkin minus), harusnya bisa saling merasakan pentingnya satu sama lain.. wallahualam..

      aamiin.. aamiin. insya Allaah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s