Posted in Catatan Naylaa

Bagaimana kabar juz 29 kali ini?


Catatan kali ini terinspirasi dari salah satu pengalaman saudari saya, mbak sephy, dan teman-temannya yang saya baca pagi ini. Pengalaman yang cukup menohok bin bikin sakit membacanya. Dan mungkin dialami oleh beberapa penghafal qur’an saat ini. Ketika itu adalah waktunya mereka sedang bersilaturahmi ke salah satu ustadzah mereka di Griya Qur’an, salah satu tempat menghafal al qur’an di surabaya.  Dan sang ustadzah melempar pertanyaan sederhana sambil tersenyum simpul, “bagaimanakah kabar juz 29?”.

Sontak di hadapan sang ustadzah, kelima orang yang ada di ruangan tersebut kemudian tertunduk, sambil sesekali melempar pandang dengan senyum cengar cengir menghiasi bibir. Yaah.. Memang sudah lama sang ustadzah dan binaannya berjumpa. Terakhir mereka bertemu memang para binaan menyetor surat Al Haqqoh. Tapi, ternyata waktu yang lama itu tak juga membuat juz yang satu ini tertamatkan.

Melihat sang binaan yang senyam-senyum sendiri, nyengir, dan belum sempat merangkai kata untuk mangkir, sang ustadzah kemudian meneruskan ucapannya.   “Kekuatan kita itu sumbernya ada pada interaksi kita dengan Al Qur’an. Jika kita berada pada kondisi yang sama dengan Saudara kita di Mesir, apapun yang kita punya, ilmu, keahlian, keberanian, dan sebagainya, bisa jadi hilang tak berdaya. Berbeda dengan Al Qur’an. Kekuatan, keberanian, dan kesabaran, akan terpancar dari dalam diri kita, manakala Al Qur’an ada dalam genggaman, dimana intensitas kita dengan Al Qur’an lebih dominan daripada interaksi kita dengan yang lain. Jika kita tidak disibukkan dengan kebaikan, maka kita akan disibukkan dengan hal-hal yg menjerumuskan kita pada keburukan. Jika kita tengah lari perlahan mengurangi interaksi kita dengan Al Qur’an, maka bersiaplah menunggu saat kehancuran yang melenakan.”

#JLEB

#MENUSUK LAGI

Yah, memang sudah sunatullaah sekali. Allaah sudah mewanti-wanti dalam surat cintaNya bahwa jika kita tidak sibuk menghabiskan waktu untuk fastabiqul khairat, maka syaitan akan menggelitik kita untuk berbuat keburukan.

Terkhusus untuk penghafal qur’an di seluruh bumi Allaah, memang semangat untuk menghafal qur’an yang tinggi harus dibarengi dengan menyediakan waktu tersendiri untuk menghafal qur’an. Bukan sekedar menunggu “ah, waktu longgar saya sekarang, hafalan sekarang aja ah”.

Ya Allaah jadikanlah kami makin cinta. Makin cinta pada ayat-ayat suciMu. Semoga makin istiqomah dalam berinteraksi dengan Al Qur’an.

 

—The more you love Him, the more you get His love—

Taipei, 25082013

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s