Posted in Catatan Naylaa

Menyimak Ketidaksukaan Seseorang


Akan nampak pada waktunya orang-orang yang menyukai kita dan yang tidak. Meski hingga sekarang belum bisa memahami apakah yang menjadi penyebab ada yang namanya kata-kata dan fenomena bernama ketidaksukaan itu. Apakah karena doa-doa rabithah yang belum belum terijabah? Atau karena dekat itu berarti harus mengikuti seluruh kegiatan bersama-sama? Bercakap bersama hingga berjam-jam? Saling menunggu satu sama lain sehingga telat datang ke suatu janji? Atau harus diam kalau melihat saudara seiman membolos bahkan mencontek ketika di kelas / mengerjakan tugas? Berpikir panjang. Bahkan ada sebuah kenderungan untuk membicarakan orang di belakang yang seolah menjadi tradisi.

Tersenyum simpul. Teringat ucapan eyang Habibie. Ketika seseorang membicarakan di belakang atau sejenisnya, sebenarnya tanpa disadari mereka justru terlalu banyak mengisi pikirannya dengan orang yang tak disukai. Bagaimana cara menghindari yang tak disukai, bagaimana cara menjauh. Lucu.

 

Tapi kepercayaan itu ada. Ketika ketidaksukaan itu karena Allaah, yakin pasti akan ada ganti orang yang lebih baik. Dan jika bahkan ketidaksukaan itu karena bukan Allaah pun, yakin justru mereka yang tidak suka itulah yang merugi.

Ketika membalas ketidaksukaan itu, justru malah pikiran akan terkaburkan. Padahal banyak orang lain yang lebih menyayangi. Waktu dan energi yang seharusnya bisa dihabiskan untuk memikirkan dan membanggakan mereka yang sayang dan peduli dengan mereka melalui segudang aktivitas dan prestasi. Lebih utama itu.

Sedih itu wajar. Menangis pun sebuah kewajaran. Tak perlu ditunjukkan pada mereka yang tak menyukai. Ada Allaah, ada sholat tempat mengadu pada Dia. Bersyukur justru adanya mereka seharusnya mendekatkan pada Allaah. Ketidaksukaan orang lain justru menjadi waktu-waktu doa-doa yang Allaah ijabahi special hanya untuk mereka yang terdzolimi.

Yakin, semua ada masanya. Hingga akan ada waktunya jarak menunjukkan siapa yang peduli dan memikirkan melalui doanya.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

3 thoughts on “Menyimak Ketidaksukaan Seseorang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s