Posted in Catatan Naylaa

KIM-CI : Sambut Ramadhan dengan Semangat 45


Jumat malam kemarin, teman-teman Radio Pengajian yang berdomisili di korea mengadakan KIM-CI, kajian muslimah mingguan. Dan untuk episode kali ini, KIM-CI dibawakan oleh kak Viena yang berdomisili di Australia. Sebenarnya, radio pengajian sendiri adalah radio online sudah sering mengadakan kajian dan streaming islami bekerja sama dengan MQFM Bandung. Untuk teman-teman yang online via laptop atau hp juga bisa ikutan gabung di http://www.radiopengajian.com. Saya yang baru pertama kali gabung dalam seminggu ini saja bisa langsung terpikat dengan materi yang dibawakan ketika itu dan sangat makjlebjleb di saya, yaitu “Saya Bangga Menjadi Muslim“.

Kembali kepada KIM-CI. Pada kesempatan ini kak Viena bertanya kepada para pendengar sudah seberapa siapkah kita menyambut Ramadhan? Kalau boleh saya bahasakan, sudah seberapa menanti-nantinyakah kita dengan momen spesial yang hanya datang satu tahun sekali ini? Dan seberapa besar daya upaya kita (agak lebay sedikit) untuk menyambut dan memanfaatkan momen ini?

Nah, kak Viena mewanti-wanti sekali kepada kita untuk jauh-jauh hari membekali fikriyah kita dengan ilmu. Kenapa harus dengan ilmu? Karena ilmu adalah syarat diterimanya ibadah. Dengan ilmulah ibadah dapat dilakukan dengan benar. Dan ilmulah yang membantu kita memiliki pemahaman komplit tentang ramadhan dengan segala keutamaan dan cara-cara menyambutnya.

Kemudian, dari sini kita bisa melanjutkan ke step selanjutnya, yaitu mempersiapan lima hal. Apa sajakah itu? Pertama, adalah manajemen waktu. Kita bisa mencoba merancang agenda-agenda kegiatan selama bulan ramadhan. Setiap menit yang kita agendakan harus jelas. Adanya agenda ini akan membantu kita untuk mendapatkan manfaat dari bulan ramadhan secara komplit dan menghindari amalan sia-sia. Misal nih ya, buat teman-teman puteri yang terbiasa masak, menjadwalkan untuk menyiapkan bumbu itu juga perlu lho dan itu termasuk bagian dari manajemen waktu. Tidak mungkin kan kita mau menghabiskan waktu meracik bumbu selama 1 jam yang seharusnya bisa kita lakukan hanya dalam hitungan puluhan menit?

Persiapan kedua yang tidak kalah penting adalah menentukan targetan harian. Biasanya ketika di awal kita akan semangat sekali me-list semua amalan harian yang bisa kita lakukan. Tapi, satu hal yang sering kita lupa adalah mengukur kadar kemampuan kita dalam melakukannya. So, ketika menentukan target jangan me-list semuuaaaa, tapi list yang benar-benar kita yakin bisa lakukan dan kita yakin bisa menjaga rutinitas itu. Karena nantinya, di akhir Ramadhanlah gaung yang sebenarnya. Jika semangat kita sudah kendur karena kita tidak bisa melaksanakan targetan yang terlalu tinggi, maka amalan kita akan menjadi sia-sia bukan? Jadi, yang terpenting adalah lakukan amalan yang kontinu dan terukur.

Selain manajemen waktu dan targetan, yang perlu kita siapkan ketiga adalah jasadiyah. Penting sekali untuk menjaga agar istirahat kita teratur, membiasakan pola makan yang sehat, olahraga rutin dan pola sehat lainnya. Dengan persiapan jasmani yang matang insya Allaah kita siap menyambut ramadhan dengan kondisi fit.

Persiapan keempat yang bisa dilakukan adalah persiapan komunitas. Selama Ramadhan penting bagi kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri. Ajak sekeliling kita seperti keluarga untuk berpuasa. Kita motivasi mereka, bangunkan mereka sahur, ajak untuk jama’ah, buat agenda ibadah terawih, dan lain sebagainya.

Untuk anak kecil pun juga tidak ada salahnya diajak berpuasa. Motivasi ia, beri reward dia jika puasa separuh hari, beri permainan islam, putarkan video islami dan sebagainya.

995922_159400180910884_1102381890_n

Dan yang terakhir adalah menyiapkan masyarakat di sekitar kita. Kita usulkan untuk membuat amalan jama’i guna meramaikan ramadhan sehingga ramadhan ini makin berkah dan ramai dengan kegiatan positif serta melibatkan banyak pihak di sekitar kita. Tidak ada salahnya juga kita memotivasi mereka dengan cara lain. Misal, kita membuat catatan kecil hasil ceramah dan kita bagikan kepada orang-orang di sekitar kita, atau metode pengemasan menarik lainnya sehingga mereka bisa ikut ke majelis ilmu.

Nah, mengakhiri note kali ini, yuk kita sama-sama memohon kepada Allaah subhanahu wa ta’ala untuk menguatkan semangat kita, menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan, dan menjadikan amalan sekarang, di saat ramadhan dan pasca ramadhan diterima oleh Allaah.

Allahumma sallimna li ramadhan wa sallim ramadhana lana wa tasallamhu minna mutaqabbala.Ya rabbal-‘alamin

Ya Allah, selamatkanlah kami bagi Ramadhan, dan selamatkanlah bulan Ramadhan bagi kami, dan biarkanlah dengan selamat ia berpisah dari kami, ketika kami telah menjadi orang yang diterima.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s