Posted in Catatan Naylaa

Ditolak? Wajar Gak Sih?


Siapa sih yang tidak suka berbicara? Siapa juga yang tidak suka didengarkan pendapatnya? Jika ditanya dari 100 orang siapa yang tidak suka berbicara, mungkin hanya akan ada sekian 0.001 persen yang tidak suka berbicara. In case, mereka lebih suka menjadi pendengar yang baik. Nah, bagaimana dengan “menulis”? adakah hal yang satu ini menjadi salah satu yang digemari di kalangan masyarakat?

Eits, ndak usah jauh-jauh dulu deh. Coba di survei sendiri. Jika teman-teman sedang berada di rumah, berapa orang di dalam rumah yang suka menulis? Jika teman-teman tinggal di kamar asrama (seperti saya), berapa orang yang suka menulis? 1? 2? Atau malah 0 karena kita sendiri tidak suka menulis? #ups.

Hmm, kalau saya melihat kamar saya sendiri, dari 6 orang yang ada di kamar, hanya 3 orang yang suka menulis, dan dari 3 tersebut yang konsisten menulis di media seperti blog hanya 2 orang (sudah terhitung saya sendiri #sedih).

Jika teman-teman termasuk barisan golongan yang tidak suka menulis (#ups lagi), coba teman-teman sisihkan 10 menit saja untuk berpikir sejenak, mengapa teman-teman tidak suka. Malaskah? Tidak punya ide kah? Tidak punya waktu kah karena terlalu sibuk? Atau mungkin malah trauma untuk menulis karena pernah ditolak atau tidak disukai tulisannya?

menulis itu beratkah

Jika penyebabnya karena hal terakhir, tenang saja. Teman-teman tidak sendirian. Mengapa? Karena ternyata banyak sederetan nama orang-orang yang juga pernah mengalami hal tersebut. Dalam buku “The Complete Guide to Writing Fiction” yang ditulis Barnaby Conrad, novelis Amerika kelahiran San Fransisco ini menyebutkan beberapa orang yang pernah meraih rekor tersebut. Berikut adalah cuplikannya.

rejected-stamp

  1. Barnaby Conrad menerbitkan tulisan pertamanya di majalah Esquire. Setelah itu, selama 3 tahun dia hanya menerima surat penolakan dari banyak redaksi, yang karena banyaknya sampai-sampai dia sempat mengucapkan bahwa dia akan menggunakan kamar mandinya khusus hanya untuk menyimpan surat penolakan yang menggunung itu. :O
  2. William Kennedy, penulis novel “Ironweed” yang meraih penghargaan Pulitzer, pernah ditolak oleh 13 penerbit. Beliau akhirnya sukses sebagai penulis setelah menulis selama 30 tahun dan saat usianya mencapai 59 tahun.
  3. Kathleen Norris, penulis novel “Mother” yang terjual jutaan kopi di tahun 1911, pernah ditolak 18 penerbit.
  4. Naskah milik Dr. Theodore Seuss Geisel ditolak 27 penerbit sebelum akhirnya penerbit ke-28 menerbitkannya dan buku beliau menjadi best-seller serta terjual jutaan kopi.
  5. Theodore Dreiser, penulis novel “Sister Carrie”, baru mendapatkan sebuah penerbit yang mau menerbitkan karyanya setelah 7 tahun menawarkan naskahnya pada banyak penerbit.
  6. Naskah “The Sound and the Fury” milik William Faulkner, peraih Nobel, ditolak 13 penerbit sebelum akhirnya diterbitkan oleh penerbit ke-14.
  7. Naskah film “Butch Cassidy and the Sundance Kid milik William Goldman ditolak 22 rumah produksi sebelum akhirnya menjadi hit di tangan 20th Century Fox.

Jadi, sudah jelas kan, kita tidak sendirian. Hehe. Banyak mereka yang sukses tapi sebelumnya merasakan jatuh bangun. Bahkan seorang Danielle Steel, setelah menerbitkan novel pertamanya di tahun 1973, masih memiliki lima naskah novel yang belum juga berhasil menarik minat penerbit hingga 1990-an. Nama besar dia bukan jaminan bahwa tulisannya akan selalu diterbitkan. (nb: jika teman-teman kesulitan mendapatkan buku ini, saya rekomendasikan buku Isa Alamsyah “No Excuse”. Buku ini juga memaparkan kisah jatuh bangun para orang-orang sukses)

Bunda Asma Nadia sendiri pernah bercerita kepada kawan-kawan di Republika bahwa seorang penulis wajib untuk terus mengasah kemampuan dalam merangkai kata dalam kalimat di sebuah media kertas. Tanpa diasah, kemampuan yang dimiliki penulis ibarat pisau tumpul. Ya, hal tersebut berlaku bagi mereka yang masih mencoba ingin terjun dalam dunia tulis menulis, mulai mencoba menapaki dan mencintai dunia ini, atau pun sudah totalitas terjun di dalamnya. Bunda Asma juga menambahkan penting bagi penulis pemula dan penulis profesional untuk terus mengasah kemampuannya. Sebab, ada hasil yang tercipta tanpa disadari.

asma-nadia-penulis-novel-ummi-_120129233053-714

Karena itu, bagi saya sendiri, kunci untuk menumbuhkan rasa cinta dalam dunia menulis adalah senantiasa menumbuhkembangkan rasa untuk ingin terus menulis, membaca dan jangan pernah membuang tulisan yang keliru. Sebab, melalui tulisan yang tidak sempurna akan terbangun jembatan penyempurnaan saat menulis berikutnya.

“The trick is not becoming a writer, folks, the trick is staying a writer”. (Harlan Ellison)

 

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

4 thoughts on “Ditolak? Wajar Gak Sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s