Posted in Healthy Life

Kajian “Imunisasi dalam Tinjauan Medis dan Syar’iat”


Alhamdulillaah. Mendapat beberapa share dari ukhti Sahira Dida. Pada beberapa waktu lalu beliau mengikuti Seminar Nasional mengenai “Imunisasi dalam Tinjauan Medis dan Syar’iat”.

Berikut adalah list pembicaranya. Keren-keren lho!
1. dr Soedjatmiko, SP. A(K), M.Si (Tim Advokad Imunisasi KemKes RI, Satgas Imunisasi IDAI, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional)
2. DR. Badruzzaman, DEA, APT (Aktivis Herbal Holistic, Mantan Dosen Farmasi ITB)
3. Ustadz DR. Ahmad Zain an Najah, MA -hafizhahullaah-
4. DR. Astri Rahmawati (Divisi Surveilans dan Uji Klinis Bio Farma)
Moderator: dr. Mohammad Ali Thoha Assegaf, MARs, kalau yang ini, pasti ndak asing di telinga Anda.

Seperti apakah isi seminarnya? Yuk disimak bareng.

1) Secara medis, imunisasi itu aman dan tak berbahaya. Ada sekitar 194 negara yang menggiatkan vaksinasi. Dan TAK BENAR bahwa Vaksinasi itu adalah salah satu konspirasi Yahudi. Karena, Negara Yahudi, semisal Iran dan Israel (baca: Yahudi) justru sekitar 96% menggiatkan vaksinasi. Kalau lah ini salah satu cara mereka meruntuhkan Umat Muslim, tentulah mereka tak akan memakai. Juga, tak benar bahwa vaksin itu berbahaya, tuh buktinya di Palestina, sekitar 98% digiatkan vaksin, kalau misalnya berbahaya, tentu mereka tak akan banyak yang jadi penghafal al-Qur’an. Jadi, jangan bilang lagi ya kalau Vaksin itu Konspirasi Yahudi dan kami yang berjalan di atasnya sudah dicuci otak oleh Yahudi.

2) Dalam Fiqih, Jumhur Ulama memBOLEHkan Vaksin. Dan Vaksin Polio adalah HALAL.
vaksin polio

3) Bagi penggiat Herbal, hati-hatilah dalam menganjurkan atau tidak menganjurkan penggunaan produk-produk herbal.

Carilah yang ASLI, jangan ‘PASLU’ (baca: palsu), carilah yang MURNI. Ini bukan berarti pelarangan menggunakan herbal, namun SELEKTIFLAH, karena saudara musti menyadari bahwa tidak semua orang jujur, maksud kami, semisal Herbal kemasan Habbat, ini kalau dites, kandungan Habbat sangat rendah, yang lainnya adalah campuran. Juga Madu, carilah yang asli dan murni, jangan cari yang sudah dicampur dengan AIR. Jadi, bagaimana mau menyembuhkan, kalau yang dikonsumsi itu adalah campuran, bukan murni. Seperti di dalam dalil-dalil, dikatakan memang semisal Habbat adalah obat dari seluruh penyakit, tetapi musti dilihat dulu, itu yang dikatakan dalam hadits adalah yang MURNI, BUKAN YANG BAJAKAN.
Belajarlah terus, baik itu ilmu ilmiyyah (medis) dan Syar’iah.

4) Hati-hatilah dengan info-info kesehatan yang tersebar di internet atau media cetak/buletin. Jangan telan mentah-mentah, dan jangan pula langsung disebar.

5) Berpikir luaslah dan cerdaslah.

6) Tabayyun lah pada ahlinya, tanyalah pada ahlinya, tentu dengan dasar keilmuan.

7) Imunisasi itu adalah hak anak. Kalau ndak divaksin, Anda sudah melengahkan hak anak.

8) Bagi yang antivaks beranggapan untuk apa diimunisasi, toh tubuh sudah punya sistem imun sendiri, shg tak perlu dirangsang oleh vaksin. Betul bahwa setiap tubuh punya sistem kekebalan tubuh sendiri, tetapi pecegahan terhadap wabah virus/bakter menular yang datang tak bisa hanya dengan mengandalkan ASI, Herbal, gaya hidup bergizi, bersih, dll; karena sub-sub contoh ini hanya sebagai upaya pencegahan umum, bukan spesifik, dan ini belum mampu melindungi tubuh dari serangan penyakit. Sedangkan imunisasi/vaksin, dia sudah berkerja sebagai pencegah secara spesifik.

imunisasi

9) Ada yang bilang, “Halaah.. Kalau memang vaksin/imuniasi dari kimia itu bagus, kenapa masih ada yang begini dan begini”. Al Jawab: “ingatlah bahwa tak ada di dunia ini keberhasilan itu 100%, tak ada. tetapi sangat berbeda lah keadaan orang yang divaksin dengan yang tidak, semisal dari penyembuhan ketika terkena wabah, dan tingkat keparahan. Sepertinya yang berkata keberhasilan itu harus 100%, musti melihat langsung dulu kali yee anak-anak yang terkena polio, difteri, tuberculosis, atau tetanus. Sesekali, main-main lah ke Rumah Sakit, hampir dalam 1 hari itu ada anak yang meninggal, tak lain dan tak bukan sebabnya adalah vaksin tak lengkap atau tidak sama sekali”.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s