Posted in Catatan Naylaa

Belajar untuk Menghargai Orang Lain


Terinspirasi dengan kejadian di hari selasa kemarin. Waktu itu badan saya agak nyeri tidak enak badan. Saya bilang ke teman-teman bahwa saya berangkat kuliah lebih awal untuk menghindari lari-lari dan kontraksi asam lambung lagi. Apalagi ruang kelas yang berada agak jauh dari dorm dan di lantai 6. Akhirnya saya berangkat, dan sempat kesasar 1 lantai sehingga setelah di lantai 5 saya naik 1 lift pakai tangga.

Sesampainya disana, salah satu mahasiswa prof datang dan bilang, “we will move to MA207”. Saya diam, wah, turun lagi dan pindah gedung, ndak apalah. Walau heran kenapa ndak dari tadi dibilangnya via blackboard ya? Alhasil saya turun naik lift dan bertemu dengan teman2 lain yang hampir saja naik dan kami beritahu untuk pindah kelas. Beberapa teman saya yang lain hendak saya sms tapi saya lupa kalau pulsa saya habis. Saya mencari teman saya yang lain untuk menghubungi mereka. Sesampainya di MA, saya bertemu mereka. Dan saya heran mereka tertawa melihat saya lari-lari. Saya kemudian mengkonfirmasi kenapa mereka demikian. “Untung ya kami telat, datang lebih awal sia-sia lha malah pindah kelas”, masih dengan nada tertawa ditahan. Cuma saya ingat bahwa itu hingga masuk kelas pun masih demikian. Saya diam, dan berpikir. Saya tidak ada masalah dengan harus pindah-pindah kelas. Karena memang sejak awal niat saya adalah cari ilmu. Dan meski pindah-pindah pun saya yakin bahwa tiap langkah gerak itu pasti ada nilai pahalanya. Hanya saja, rasanya sangat remeh sekali jika orang tidak mengetahui niat seseorang malah bersikap demikian.

Dari sini saya belajar bahwa jangan mudah menilai seseorang karena kita tidak tahu niat seseorang itu. Cukuplah lisan dan gerak itu dijaga dari melakukan hal-hal tidak perlu. Dan perlu sekali adanya muhasabah diri, siapa tahu tanpa sadar sedikit gerak atau ucapan kita menyakiti hati orang lain.

Bagaimanapun, saya bersyukur. Semenjak sampai di taiwan saya banyak mendapat pembelajaran berharga dari orang-orang sekitar saya. Sekecil apa pun, sadar atau tidak mereka sadari. Dan saya berharap bahwa mereka pun mengambil hal yang baik dari saya dan meninggalkan serta mengingatkan jika saya berbuat salah.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s