Posted in Memoar Perjalanan, Taipei Caleidoscope

Taipei City Caleidoscope #1


Alhamdulillaah. Give Big Thanks to Allaah, My Lord. Akhirnya tepat pada tanggal 7 Februari 2012 pukul 22.50 saya mendarat di bumi Allaah yang lain, Taiwan. Tepat mendarat dengan kondisi belasan derajat. Saya lupa pastinya, sekitar 15 derajat. Meski tidak bersalju, minimal suhunya berkali lipat dari suhu kota malang dan batu.

taiwan novotel-taipei-taoyuan-international-airport-will-celebrate-its-opening-in-november01

Yang saya suka adalah kebersihan dan ketertiban bandara yang cukup mengundang decak kagum.

taiwan-taipei-airport

Biidznillaah. Semua berkat doa ibu, tante, bude, pakde, kakak, ipar, ponakan unyu endut, pakde, teman2 d kos, teman2 d lingkaran, bapak2 dan ibu2 dosen, dan yang 1 per satu tidak bisa saya sebutkan dengan kata2. Semoga keberkahan doa itu senantiasa mengiringi hingga akhir perjalanan kembali ke tanah air. Jadi mengingat detik-detik keberangkatan dari bandara di Surabaya๐Ÿ˜ฆ

299761_243889872414978_26105274_n

[foto bersama teman-teman fastrack ITS]

Nah, setelah sampai di Taiwan Taoyuan International Airport, kami meluncur dengan menggunakan bis. Untuk kali ini memang kami datang dalam kondisi tidak dijemput, karena hanya datang berdua saja dan tengah malam. Jika naik taxi, biayanya itu 1200 NT. Dihitung saja dengan 1 NT sekitar 340an NT, sudah berapa yang keluar. Akhirnya saya naik bis dan oper taxi di TMS. Jauh lebih murah 5-6x lipat dengan cara seperti ini. Meski harus tahan dingin.

images

Sampai di asrama, dorm dalam keadaan tertutup. Tapi saya meminta agar2 mbak2 yang kebetulan ada di ITS dulu untuk menjenguk, mbak anis yang baru saya kenal dari fb, mbak immah dan mbak fafa. Alhamdulillaah akhirnya sampai di kamar baru. Mendapat dua orang teman baru. Mbak lichah yang juga dosen ITS, dan mbak ana dari ITB. Dua orang cantik2, baik dan pintar. Setelah berbenah sedikit, saya pun kelelahan dan tidur di kasur baru. FYI, saya bersyukur mendapat kasur, selimut dan bantal. Karena ternyata tidak banyak anak kasur yang dapat dan mbak2 inilah yang meminjamkan kepada saya. Berikut jacket dan coat.. love deh :*

Hari2 awal saya isi dengan mengenali sedikit demi sedikit seluk beluk taiwan. Saya mencoba segala jenis kendaraan yang ada di taiwan, baik itu MRT, kereta, sepeda hingga bis. Untuk orang indonesia, mindset awal yang muncul di benak adalah tidak nyaman jika kendaraan itu ada di indonesia. Tapi berbeda di sini. Nyaman, dan sangat nyaman. Kendaraan terhitung murah dan mudah terjangkau dari pagi hingga menjelang tengah malam.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

4 thoughts on “Taipei City Caleidoscope #1

  1. Wah ikut seneng deh baca blognya mbak nila..:)
    Jd pengen ikutan kesana hahhaa…
    Disana kalo nanya2 ke org2 umum gt pake bahasa apa mbak? Apa gak susah bhasanya? Hehee…

    1. alhamdulillaah kl gt.. diingatkan teteh dsini kalo blog jg salah 1 media autobiografi kita๐Ÿ™‚ blog mu apa dil yg aktif skrg?๐Ÿ™‚

      hehe yok2 ksini.. tp ndak ada salahny mencoba kesempatan selain d taiwan.. cb dulu aja..
      hmm.exactly kita pake bahasa inggris. kdg ada yg bs, tp jrg penduduk lokalnya. spellingnya jg kadang beda. akhirnya campur body language dan tulis di kertas/hp. jadi temen2 menyarankan minimal belajar bahasa itu. atau kalau ndak, misal beli makanan, minimal menghafalkan beberapa kosa kata untuk tanya ini makanan dari babi tidak, pakai minyak apa, halal tidak, dan sejenisnya๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s