Posted in Memoar Perjalanan, Road to Taipei

Road to Taipei #1


Mumpung saya masih ingat, saya akan bercerita tentang perjalanan menuju tempat baru, Taipei.

Saya sengaja untuk tidak memberi tahu banyak teman tentang tanggal berapa saya berangkat ke sana. Karena saya khawatir teman2 akan terepotkan. Jadi saya lebih prefer mmberitahu beberapa anak puteri dan anak2 kelas serta dosen2 yang saya pamiti. Akhirnya beberapa baru saya sms dan telepon ketika saya berada d bandara. Dan sangat menjengkelkan sekali ada yang berkomentar bahwa saya menganggap mereka tidak penting dengan sikap saya tersebut. Biarlah, itu ujian hati mereka karena telah bersuudzon seperti itu. #senyum

Tapi so far, alhamdulillah saya pun landing bersama teman saya. Di pesawat sempat deg2an, karena biasanya saya mengalami yang orang2 bilang bermasalah dengan pendengaran. Biasanya ketika landing, beberapa orang yang tidak terbiasa akan mengalami permasalahan dengan gendang telinganya. Akhirnya saya menerapkan banyak tips dari teman2. Pertama, mengunyah permen, yang cukup membantu dalam perjalanan karena dengan rahang digerakkan otomatis akan berhubungan langsung dengan saluran tenggorokan dan pernapasan. Tips kedua, adalah dengan menelan ludah. Sepertinya bagi saya sendiri tips ini yang paling bermanfaat, karena paling cepat menangkal permasalahan di telinga. Untuk transit di malaysia (transit pertama) oke2 saja karena stok saliva masih banyak, tapi selanjutnya, luar biasa, habis sudah, sampai saya bingung ini mau d kasih apa. Zzz. And the last, tips ketiga adalah dengan menutup hidung dengan kedua jari, kemudian menghembuskan nafas dengan agak keras sedikit. Dirasakan saja, akan ada semacam kelegaan di telinga. Tips ini adalah tips final yang sangat efektif. Terbukti saya tidak nangis lagi sperti ketika naik pesawat ke kalimantan dan makassar kemarin๐Ÿ˜€

Tibalah saya di bandara KLA. Kami transit disana. Karena bandara ini sering menjadi tempat transit maka alhasil saya bisa menemui banyak orang dari berbagai negara disana. Malaysia, korea, eropa (masih sulit mengidentifikasi negara mana tepatnya, hanya saja mereka sangat cantik dengan rambut pirangnya :D), vietnam, myanmar, india, dan sebagainya. Baik yang muda, remaja, anak kecil hingga ya tua. Ada pengalaman lucu yang saya alami ketika berada di malaysia, yaitu di bagian imigrasi dan dibagian penstempelan terakhir visa. Di bagian lain mengira saya orang myanmar. Sedang yang di satunya, mereka mengira saya sebagai orang malaysia dengan pakaian gamis saya. Hha~ yang agak aneh itu di bagian akhir mereka berlama2 kepada mereka yang masih single dan bisa membedakan mana perempuan yang masih single dan sudah menikah only by looking her face. Incredible geje.. dan itu mereka sampaikan langsung kepada teman saya yang notabene memang sudah menikah. Lha terus buat apa bilang gitu batin saya? Aneh o.O

Di malaysia, hawa disana lebih dingin daripada di indonesia. Terbukti, saya jadi sering main ke kamar mandi. Meski ternyata kamar mandi di bandara sana tidak terlalu bersih, tapi saya suka mereka dari berbagai negara antri dengan teratur di kamar mandi. Tapi pernah ketika saya ke kamar mandi kedua, dan saya mengantri bersama seorang ibu2 asal korea, tiba2 ada seorang ibu tua dengan kerudung besarnya masuk tanpa mengantri. Kontan saja, ibu yang dibelakang saya langsung melontar kata2 yang saya tidak tahu apa artinya tapi saya mengerti bahwa beliau melontarkan ketika sukaan dengan berteriak namun orang lain tersebut tidak mendengarkan. Saya menjadi malu, karena kondisinya saat itu saya sama2 berjilbab, meski saya tahu dari facenya orang tersebut bukan orang indonesia melainkan orang india.
Perjalanan di udara benar2 membuat seseorang merasa begitu kecil. Apalagi ketika di perjalanan itu, terutama perjalanan menuju taipei terasa sekali, hujan deras, kabut tebal, pesawat dengan percepatan di akhir yang melebihi waktu biasanya karena mengingat pesawat sudah hampir terlambat dari waktu seharusnya kedatangan. Dzikir dan doa menjadi lebih banyak terucap. Apalagi ketika landing yang agak keras kemarin. Saya jadi sangat ingin tahu apa yang diucapkan oleh mereka yang menjadi atheis ketika mengalami kondisi seperti itu.

 

Anyway, kursi saya cukup nyaman untuk ditempati. Kami menggunakan penerbangan air asia. Irit dan praktis๐Ÿ™‚

tumblr_inline_mg7qfx5uVl1qa1jk5 airasia-x-quiet-zone

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s