Posted in Catatan Naylaa, Healthy Life

Vaksin dan Imunisasi (Another Opinion and Fact)


It is time for Medical Information

Alhamdulillaah, saya mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah seorang dokter lulusan UNS. Momen yang pas, sekalian saya bertanya tentang kontroversi penggunaan beberapa obat seperti vaksin, imunisasi, dan suntikan lainnya.

Sebenarnya, ada beberapa yang sudah pernah dibahas oleh pihak MUI. Teman-teman bisa cek di link http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=108&Itemid=532&lang=in.

Terus, saya lanjut bertanya, bagaimana dengan status kehalalan imunisasi dan vaksin?

Sang dokter, yang kebetulan teman saya, yaitu Wike, pun menjawab jika menurut fatwa dari MUI pada dasarnya imunisasi diperbolehkan dalam Islam, dan dianjurkan apalagi fungsinya untuk mencegah terhadap penyakit.
Nah, bagaimana dengan kekhawatiran para orang tua yang mendengar berita bahwa ada kandungan zat tidak halal di dalam suntikan tersebut? Karena itu banyak yang tidak menggunakan suntik imunisasi. Buktinya, anak-anak mereka masih sehat dan tidak sakit. Hmm, kalau saya sendiri juga termasuk yang pernah membaca berita terkait zat tidak halal itu dan sempat mewanti-wanti sekali supaya kalau punya anak nanti tidak usah menggunakannya.

Dokter wike menjawab memang demikian adanya. Tapi, hanya beberapa vaksin mbak. Sehingga tidak benar jika ada yang menggeneralisir bahwa semua vaksin mengandung bahan tidak halal. Sebagai contoh vaksin yang bersinggungan dengan enzim tripsin babi, yaitu beberapa vaksin meningitis dan IPV (Inactivated Polio Vaccine). Akan tetapi vaksin meningitis untuk jamaah haji indonesia bisa dipastikan insya Allaah halal, karena yang produk dari Tian Yuan (Cina) dan Novartis yang biasa digunakan untuk jamaah haji Indonesia itu tidak bersinggungan dengan enzim tersebut.

Nah, sedangkan untuk IPV, itu adalah vaksin polio dalam bentuk khusus yang dipergunakan dalam keadaan khusus pula, biasanya untuk anak-anak yang dari lahir punya kekebalan tubuh yang lebih rendah daripada anak normal lain (istilahnya immunocompremise). Tapi karena kasusnya sangat jarang dan kondisinya termasuk darurat, maka MUI membolehkan digunakannya IPV untuk anak-anak imunokompremais ini selama tidak ada penggantinya. Yang digunakan secara umum dalam program wajib pemerintah adalah OPV (Oral Polio Vaccine) dan itu yang dibolehkan. Sepemahaman sang dokter, yang termasuk dalam program wajib pemerintah semuanya halal (hep B-DPT-polio oral-campak-BCG).

Masalah anak yang sehat tanpa imunisasi, memang bisa dimungkinkan terjadi. Begitu pula, kemungkinan sakit bagi yang tidak imunisasi juga ada. Imunisasi sifatnya mencegah, dan tentu pencegahannya tidak 100%. Beliau juga menambahkan kalau anak beliau alhamdulillah sudah imunisasi dasar lengkap, dan sejauh ini juga sehat-sehat saja. Begitu pula putra-putri dari teman-teman saya yang kesemuanya juga imunisasi.

Dokter tersebut beberapa waktu lalu juga mendapatkan informasi juga bahwa imunisasi itu ternyata tradisi masyarakat muslim saat kekhalifahan Turki Ustmani (sekitar abad 17/18). Mengenai referensinya, sebenarnya ada banyak di google. Tapi sejauh ini salah satu saya ditemukan adalah berdasarkan bukti surat yang ditulis oleh istri dubes Inggris untuk kekhalifahan Ottoman (Lady Mary Wortley Montagu). Beliau menggambarkan bagaimana penduduk Turki memberikan imunisasi kepada anak-anak mereka. Kemudian, tradisi itu dibawa ke Inggris. Kebetulan yang mempublikasikan pertama kali sebagai jurnal ilmiah di bidang kedokteran adalah Edward Jenner (sekitar tahun 1728), sehingga yang kita kenal sekarang imunisasi (vaksin) seolah-olah hasil produksi teknologi Barat.

Demikian diskusi singkat terkait penggunakan obat suntik imunisasi, vaksin dan sejenisnya. Wallahualam bisshowab. Jika ada yang punya referensi lebih baik, ayuk diskusi bareng. 

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s