Posted in Inspiring Person, Mengambil Teladan

Tetangga itu Saudaramu


Berbahagialah mereka yang diberikan kelebihan rezeki karena dari kelebihan itu mereka memiliki kelebihan dalam memberi. Kata-kata itu yang menurut saya paling pas dikatakan kepada tetangga-tetangga saya di rumah. Kebanyakan yang berada di kanan kiri depan rumah adalah orang-orang berada. Tapi tepo seliro, saling membantu, sopan santun mereka sangat luar biasa. Dan yang paling bisa dibanggakan adalah mau membantu dan sering memberi, tanpa mengharap balasan.

Tetangga depan rumah contohnya, beliau paling senang kalau ketemu saya. Setiap bertemu pasti diuyel (maklum kangen mungkin hhe ~). Ketika ada keluarga jauh datang waktu nikahan kakak, beliau tidak segan-segan meminjamkan rumah untuk tidur keluarga jauh itu. Waktu nenek saya meninggal, beliau yang langsung tanpa dikomando membantu memandikan hingga mengurus biaya pemakaman ditengah kebingungan ibuk yang mengurus sendiri karena saya sakit di luar kota.

Menengok kepada tetangga sebelah kanan saya sekarang. Pasangan yang suka menolong dan memberi juga. Sering tak terhitung berapa banyak yang diberikan ke keluarga saya dan orang lain mulai dari tiba-tiba muncul dengan kue, hingga barang-barang produk kantor semacam parsel pun pernah mampir ke rumah. Sang ibu juga tidak jarang memberi bacaan islami untuk ibuk dirumah. Dan yang hebat, dan kalau orang lain melihat mungkin akan cemburu, pasangan suami istri itu meski sudah berumur di atas 40 tahunan masih tetap mesra suka berjalan bergandeng tangan hhe ~ Oya, belum lagi anak-anaknya pun suka sedekah.. Top dah ^^b
Satu lagi yang saya suka di tetangga rumah pojok. Biasanya ce esan sama ibuk😀. Bahkan anak-anak beliau pun ramah-ramah. Keluarga ini yang paling suka memberi. Dan saya adalah korban yang paling sering diberi😀. maklum, si ibu ndak punya anak perempuan jadi saya yang paling suka dikasih baju, tas dan sebagainya hhe ~

Teringat begitu luar biasanya deretan tetangga saya ini. Meskipun sibuk, masih sempat saling berkumpul, jaga patroli bareng. Ketika sakit masih sempat saling menjenguk. Jadi teringat ketika di infus dulu tetangga-tetangga bergantian untuk datang.

Teringat juga ketika ibuk cerita bahwa saya mendapat kesempatan studi lagi, mereka pun mendoakan. Dan tetangga saya yang dipojok itu memberi banyak hal. Mulai dari koper, baju hingga nominal uang yang saya kaget jumlahnya. Hitung-hitung sebagai uang saku kata beliau. Rupanya beliau tahu kalau saya tidak minta ke ibuk apa pun~ Terharu T.T

Hikmah yang bisa saya ambil adalah, saya melihat dengan kelapangan mereka seperti itu bukan justru mempersempit dan mengurangi harta mereka. Tapi justru jauh, jauh sekali gantinya dari Allaah. Saya melihat banyak doa yang terlimpah untuk mereka. Dan itu yang kemudian memudahkan mereka dalam menjalani aktivitas, baik dengan dimudahkannya menjalankan amanah di kantor. Ya, karena memberi itu itu investasi dunia akhirat.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

2 thoughts on “Tetangga itu Saudaramu

  1. Subhanallah, semoga Allah memberi ganti yang jauh lebih besar. Baca cerita Nila, jadi inget tetangga-tetangga saya, tapi kondisinya mungkin agak berbeda. Mereka memberi jasa bukan harta, yang menurut saya banyak mengurangi waktu-waktu penting yang bisa mereka gunakan sendiri. Jika ada seorang tetangga punya hajat/kesusahan, tetangga-tetangga saya sering langsung datang ke orang ybs dan membantu semampu mereka. Terharuu😥

    Semoga kelak kita bisa menjadi tetangga-tetangga yang aware dan suka bersedekah kepada saudara terdekat kita (a.k.a tetangga) ya🙂

    Amin…

    P.S: ditunggu di Taipei sebagai tetangga kamar😛

    1. alhamdulillaah, memang tetangga itu salah satu saudara yang tidak ada hubungan darah, tapi bisa jadi lebih dekat daripada saudara sendiri. Bisa jadi terkadang lebih baik daripada saudara sendiri..🙂

      Sebenarnya tetangga2 di rumah tidak hanya memberi materi, tapi juga banyak hal lain yang tidak bisa d ungkap dengan kata2. yang jelas membuat orang yang ada disana menjadi nyaman dan tenang.. kenikmatan tersendiri bisa berada bareng dan bercengkrama dengan mereka…

      ups, ditunggu juga welcome party nya berupa maem-maeman ya.. hehe.. mohon doa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s