Posted in Catatan Naylaa

Kode Etik Ikhwan Akhwat


Ikhwah fillah yang dirahmati Allah SWT, dakwah meliputi segala aspek kehidupan. Dengan melebarnya sayap dakwah maka dibutuhkan kerja keras yang tidak ringan antar komponen dakwah baik yang ada di struktur lembaga maupun tidak. Dengan semakin lebarnya bidang garap dakwah maka koordinasi/ komunikasi merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri diantara sesama aktifis tidak terlepas apakah antar sesama putra atau putri maupun antara putra dan putri.

Koordinasi / komunikasi saat ini sudah bukan merupakan hal yang sulit dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi. Yang dulu ketika koordinasi kita harus ketemu dalam forum (baca: syuro) maka sekarang tidak perlu ada forum kita sudah dapat melakukan koordinasi baik melalui HP (telpon/ sms) maupun via internet (e-mail/ chating). Sehingga tidak ada alasan lagi tidak bisa koordinasi.

Namun, tiap kemudahan ada cobaan. Salah satu cobaan yang ditimbulkan adalah munculnya benih – benih ketertarikan yang mulai direalisasikan dalam komunikasi diantara putra dan putri.Karena dengan via HP atau internet maka kita bisa koordinasi berdua secara privat tanpa ada yang tahu kecuali yang bersangkutan dan Allah SWT. Tentu kita ingat sebuah hadist :

Tidak boleh berduaan ditempat sunyi seorang laki – laki diantaramu dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama muhrimnya.” (HR. Bukhari – Muslim)

Dan sebuah hadist tentang zina :

Telah ditentukan bagi manusia nasibnya dengan perzinaan yang akan diterima olehnya dengan pasti yaitu : Dua mata perzinaannya dengan cara melihat (yang maksiat). Dua telinga perzinaannya dengan cara mendengarkannya. Lidah (ucapan) perzinaannya dengan cara mempercakapkannya. Tangan keduanya perzinaannya dengan cara merabanya. Kaki perzinaannya dengan cara melangkah padanya. Hati perzinaannya dengan cara menarik dan bercita – cita padanya, yang kemudian dibenarkan kelaminnya atau menolaknya.” (HR. Bukhari – Muslim).

“tresno jalaran soko kulino (suka datangnya dari kebiasaan)”, “dari mata turun kehati”. Mungkin kalimat – kalimat tersebut sering kita dengar dan hal itu memang bisa saja terjadi bahkan bagi seorang aktifis dakwah sekalipun. Ikhwahfillah, untuk menjaga diri kita dari mendekati perbuatan yang menjadi penghambat dakwah maka kami membuat sebauh etika koordinasi. Diharapkan Draft KENA (Kode Etik putra putri) ini dapat menghasilkan maslahat yang banyak ,tentu kita ingat sebuah hadist :

Umat Islam terikat dengan perjanjian yang dibuat sesama mereka, kecuali perjanjian yang isinya mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram (HR Ahmad dan Abu Dawud).

‘Urf atau tradisi atau aturan lain dapat dijadikan produk hukum selama tidak melanggar Syariah. Adapun butir – butirnya adalah sebagai berikut :

Dalam pelaksanaan syuro’ :

* Terlaksana jika minimal dihadiri oleh 2 putra dan 2 putri
* Semua peserta mengetahui agenda syuro
* Memperhatikan adab – adab syuro’, diantaranya :

– Pembukaan
– Tilawah
– Agenda syuro dan pembahasan
– Kesimpulan
– Taujih
– Penutup, dengan do’a penutup majelis

* Tidak banyak bercanda, mohon berhati – hati dalam bercanda
* Gunakan intonasi bahasa yang tegas dan jelas (terutama putri)
* Syuro’lah dengan ikhlas, cepat dan tuntas
* Koordinasi di lapangan/ kegiatan (diluar forum)
* Tidak bertemu kecuali mendesak dan penting
* Minimal ada 2 putra dan 2 putra
* Menjaga hati, benarkan niat, jaga pandangan

Via telpon :

* Persiapkan hal – hal yang akan disampaikan ketika akan komunikasi
* Bicarakan hal – hal pokok dan penting, jangan disertai dengan pendahuluan yang tidak ada hubungannya dengan inti pembicaraa
* Menggunakan intonasi bahasa yang jelas dan tegas
* Komunikasi maksimal jam 21.00 WIB
* Durasi telpon maksimal 15 menit.
* Bersihkan niat

Via SMS :

* Gunakan bahasa yang resmi, mudah diterima, informative, padat dan jelas
* Tidak disertai dengan pendahuluan yang tidak ada hubungannyta dengan inti pesan.
* Tidak menggunakan symbol – symbol ‘gaul’, missal : J,😀,😛
* Info syuro disertai dengan agenda
* SMS taujih tidak dikhususkan ke orang – orang tertentu (terutama lawan jenis)
* Tidak banyak guyon dan berlebih – lebihan.

Ikhwah fillah, etika diatas hanya sebuah catatan dari kami yang mungkin perlu kita perhatikan. Saling mengingatkan jangan sampai dakwah ini terhambat atau bahkan mundur karena dosa – dosa kecil yang dilakukan oleh para penggerak dakwahnya.

Dengan adanya etika ini kami berharap kasus – kasus yang terlintas dalam benak kami tidak terjadi. Kami bermaksud untuk mecegah terjadinya penyakit. Dan jika memang sudah terjangkiti kami berharap bisa segera sembuh. Demikian semoga KENA ini bs menjaga fitrah kita sbg manusia.Maka sabda nabi :”Bila tdk ada rasa malu berbuatlah sesukamu”

Wallahu ‘alaam.

sumber”KENA”

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s