Posted in Catatan Naylaa, Inspiring Person, Mengambil Teladan

The Power of Our Name :D


Seindah-indahnya kata-kata adalah ketika seseorang tidak lain menyebut nama kita. Bukan nama orang lain. Percaya? Coba saja perhatikan diri kita sendiri. Ketika seseorang menyebut nama kita dengan nama dek, atau mbak, dengan ketika menyebut nama kita dengan nama, Nila, misalnya. Jika menyebut dengan dek atau mbak, kebanyakan berpikir itu panggilan global karena mungkin ybs lupa nama kita. Atau bahkan ketika itu bahasa SMS orang akan berpikir bahwa itu adalah jarkom massal untuk menghemat kata -_-“, padahal mungkin yang bersangkutan tidak bermaksud demikian. Jika menyebut nama kita sendiri, rasanya ada efek “creengg”. Subhanallaah, ternyata saya masih diingat ~ #alaymodeON😀.

Bahkan, menjadi suatu kenikmatan atau kebahagiaan tersendiri ketika ada yang mengingat nama kita padahal orang itu sibuknya bukaaan main luar biasa. Saya masih teringat, ketika awal kuliah di pasca sarjana dengan ketua jurusan saya. Beliau adalah sosok kharismatik dan tidak banyak bicara, dan jarang menyebut nama seseorang mahasiswanya ketika mengajar. Suatu saat dimata kuliah merangkai rangkaian elektronik untuk mobil mainan (matakuliah unik untuk jurusan saya tapi seru :D) saya sudah menduga bahwa anak-anak akan datang terlambat. Terbukti selama beberapa kali perkuliahan saya selalu menemani bapaknya dulu di awal kuliah -_-. Hingga kesekian kalinya di saat itulah beliau bertanya, “Nila, teman-teman yang lain dimana ya?” sambil menyebut nama panggilan teman-teman saya yang ini dan itu ~ Saya diam sambil kaget dan ketap ketip #reflek. Tidak menyangka bahwa orang sesibuk beliau ternyata hafal nama-nama mahasiswanya. Apalagi nama saya… #hiks.. bapak ini keren subhanallaah ~ Respek saya bertambah ^^b #agaklebay.

Kisah kedua, terjadi ketika saya sedang galau pasca mendapat secarik email dari suatu universitas. Dengan berbagai pertimbangan dan restu orangtua, akhirnya saya memilih untuk meneruskan mengambilnya. Kemudian saya berpikir sebaiknya meminta surat rekomendasi kepada siapa ya? Butuh 2 orang dosen. Nama 1 yang teringat kepada saya, wah sebaiknya saya meminta surat kepada Bu Erma yang notabene adalah orang lulusan universitas tersebut juga. Sedang yang kedua? Saya agak cemas, bingung, ingin meminta rekomendasi kepada pembimbing S2, Bu Mahendrawati. Akhirnya saya pun meminta kepada beliau. Dan ternyata beliau membuatkan sendiri surat rekomendasi untuk saya. Saya pun harap-harap cemas apa yang beliau tulis tentang saya. Dan saya cukup kaget karena beliau menilai saya diluar ekspektasi. “… I know Miss Nila Cynthia Dewi as a self-driven student who is unafraid to work hard to achieve her goals……”. Di surat lain, ternyata beliau menuliskan hal yang berbeda lagi untuk mahasiswa beliau yang lain. Beliau hafal! Dan, ternyata beliau memiliki harapan positif kepada tiap mahasiswa-mahasiswanya. Dan tidak boleh dikecewakan! #Ibukeren :*

Kisah ketiga ketika saya main ke daerah BAAK, atau badan akademik. Tiba-tiba ada yang memanggil nama saya~ ternyata mbak Ria, Pak Narto, dan Bu Tiwuk.. Meski sibuknya luar biasa di ITS, beliau2 masih mengingat nama-nama orang-orang di sekitarnya. #Terharu ~

Jadi, kalau bagi saya sendiri terasa sekali power dari hanya mengingat dan menyebut nama seseorang. Merasa dihargai, merasa diingat. Nampak sepele, tapi insya Allaah memberikan efek jangka panjang luar biasa. Trust me, it works😀

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s