Posted in Catatan Naylaa

Goresan Pena #2


Ada sejuta harapan di mata mereka. Ada binar2 harap dari pancaran kedua bola mata itu. Mungil. Tanpa dosa. Berjalan dengan kaki telanjang, baju setengah lusuh dengan sobekan tambal sulam di sepanjang celana pendeknya dan ujung baju bagian bawah. Entah sudah keberapa kali sang baju dijahit. Tangan kiri rapat memeluk setumpuk bungkusan kertas berplastik, tanpa peduli guyuran gerimis dan petir bersahutan. “Kak, korannya? Sudah sore, beli yuk kak”. Ah, senyum si mungil yang membuat mata enggan beralih. Kuarahkan uang ke tangan kanannya yang sejak tadi menyodorkan Koran berbungkus padaku, “Satu ya sayang” sahutku. Lagi. Binar mata memegang uang. Menggenggam erat di depan.
Lirih. Teringat bisik sahabat. Sejuta Warna… jika tiba saatnya nanti, jadikanlah kami pewarna bagi semestaMu yang tak bertepi.

~rinai kertajaya~

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s