Posted in Catatan Naylaa

.: Apa Susahnya sih Bilang? :.


Sebulan ini dapat satu pelajaran lagi. Banyak sms yang masuk dari orang2 yang berbeda. Ending yang ditulis “kamu ngerjain ini ya”. “jangan telat kumpulkan y”. “sifatnya WAJIB”, dan aneka sms lainnya.
Lagi-lagi, geleng-geleng kepala.

Mudah sekali memang bergantung pada orang. Menyuruh memang pekerjaan paling mudah bukan? Apalagi ketika setelah menyuruh orang lain, dan kerjaannya ndak beres, kemudian kita tinggal marah2 “ah, pekerjaanmu kok g beres sih? Kalau aq yang ngerjain bisa lebih bagus dari ini.”, dsb. Apalagi kalau pakai tulisan capital semua, di bold juga. Wow.

Ckck.

Just kindly reminder.

Sebagai manusia pada umumnya, mau ndak kita disuruh2 dan diatur orang? Bercermin saja pada diri sendiri dulu. Tentunya ndak mau kan? Apalagi main ngasi deadlen, maksa pula. Hihi.

Jika kita tidak mau diperlakukan seperti itu, maka yang dilakukan sudah jelas to? Tidak memaksa atau menyuruh2 orang. Jika pun terpaksa, maka minimal satu hal yang perlu dilakukan. Ucapkan kata “Tolong”. Atau lebih baik lagi “bisa tolong bantu saya?”

Miris sekali memang kata yang terakhir ini jarang diucapkan ke orang. Bahkan ketika meminta untuk sekedar menghidupkan lampu mungkin. Tapi beda. Ucapan tolong memberikan kesan bahwa seseorang lebih dibutuhkan.

Pernah saya menegur seseorang yang kebetulan satu amanah dengan saya, ketika dia menyuruh saya melakukan sesuatu. Untuk ketiga kalinya dia meminta, tapi saya merasakan nada menyuruh. Langsung saya bilang “Tidak bisakah untuk mengucapkan kata tolong?”
Bukan apa-apa, atau karena saya tidak mau diminta tolong, hanya mengingatkan. Saya saja merasakan nada disuruh. Bagaimana jika dia meminta adik2nya atau notabene stafnya?

Sekali lagi, Ucapan tolong memberikan kesan bahwa seseorang lebih dibutuhkan. Teringat kata dosen S2 sy sekaligus dosen pembimbing favorit saya, “biasakan sebagai seorang pemimpin untuk minimal mengucapkan salam, tolong dan terima kasih kepada staf atau karyawan anda. Hal itu memberikan kesan baik dan dihargai.” Nah, tidak merendahkan diri kita juga bukan? ^^

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s