Posted in Perkuliahan Fasttrack

Preparation to German (part 4)


5. Listrik dan Air

Ada perbedaan pengeluaran untuk listrik dan air selama tinggal di Jerman. Untuk yang tinggal di rumah privat, sewa akomodasi biasanya tidak termasuk air dan listrik. Sebagai pewacanaan, biaya energy (air dan listrik) di Jerman memang terkenal cukup mahal. Tapi, semua tergantung perusahaan yang mengelola. Ada beberapa perusahaan energi Jerman misal Eon, RWE, Ruhr Gas, dan Siemens.

Sebagai tambahan, untuk contoh pengeluaran penggunaan energy, misalnya di daerah Duisburg kita diharuskan membayar 60 euro per bulan untuk biaya energi. Biaya yang di bayar perbulannya flatrate seharga tersebut. Nah, Jumlah penggunaan akan di hitung akhir tahun. Dan jika kita menggunakan lebih dari harga yang kita bayar maka kita akan di kenakan biaya tambahan. Enaknya, jika penggunaan energi kurang dari harga yang kita bayar, uang kita dikembalikan.

Oya, jika kita tinggal di rumah privat nantinya harus hati-hati menggunakan energi apalagi di waktu musim dingin. Umumnya untuk menghindari dingin kita akan menggunakan pemanas ruangan yang biasa di kenal dengan Heizung, dan penggunaannya bisa over. Tapi hal itu bisa diminimalisir dengan cara mencari rumah yang menggunakan gas sebagai Heizung. Namun, umumnya sih jika kita tinggal di Studentenwerk (apartemen mahasiswa disana), biasanya harga energi tidak harus kita bayar lagi. Jadi, sudah termasuk harga energi. Satu lagi, mengingat secara jamannya save our earth, kita harus wanti-wanti diri untuk tidak memakai listrik over, meskipun sebenarnya kita bisa pakai sepuasnya. Kenapa? Perlu kita tahu. Produksi emisi ketika kita menggunakan 1 kWh listrik adalah 790-1180 gram CO2. Besar sekali kan? Karena kita hidup dengan banyak orang hingga akhir zaman, so save our earth with our good attitude please 

Sekarang masuk ke bahasan tentang penggunaan air ya. Beberapa kota di Eropa yang telah baik dalam pengolahan air salah satunya adalah kotanya Steve, yaitu di Muelheim ad Ruhr. Bahkan sudah biasa jika orang-orang langsung mengkonsumsinya dari kran karena amannya. Oya selain itu biasanya orang-orang mencuci pakaian tidak perlu setiap hari. Kadang cukup 10 hari sekali. Wow, beda sekali yang dengan habit di Indonesia. Mungkin terkait dengan suhu yang kadang dingin hingga menghemat baju mungkin ya? Hm hm.

Lanjut lagi. Untuk kalangan pelajar biasanya jika ingin mencuci kita tinggal datang ke tempat mesin pencucian ataupun mesin cuci yang telah di sediakan di setiap Studentenwerk di lantai dasar. Biayanya hanya 1,5 euro -2 euro dan begitu juga mesin pengering cucian. Jadi setiap kali mencuci dan mengeringkan pakaian sekitar 3 euro. Lumayan juga ya buat yang sering mencuci? (garuk-garuk kepala)

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

One thought on “Preparation to German (part 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s