Posted in Perkuliahan Fasttrack

Preparation to German (part 1)


Ada beberapa tulisan buat teman-teman seperjuangan Fasttrack yang sedang mengusahakan untuk kuliah S3 ke Jerman. Artikel ini saya dapat dan saya rubah beberapa redaksionalny, juga saya tambahkan beberapa pengalaman teman-teman di ITS supaya mudah dipahami. Semoga bermanfaat ^^

 

Bismillahirrohmaanirrohiim…

 

Mungkin ada kekhawatiran dari beberapa teman-teman pasca sharing dengan dosen di jurusan. Dosen-dosen yang sudah pernah tinggal di eropa mewanti-wanti untuk menyediakan dana minimal 25 juta lah. Wow?! Untuk tataran mahasiswa bukan biaya yang murah. Mind set yang muncul kemudian adalah, “wah spertinya kuliah di Eropa akan menghabiskan banyak dana ya? Sanggup ndak ya?”

 

Kalau temen-temen mengulas tentang biaya hidup Eropa, memang tidak akan ada habisnya. Apalagi jika pembandingnya adalah dengan Indonesia. Namun, ada beberapa fakta menarik yang saya peroleh ketika main di International Office ITS. Dari beberapa buku guide line to German yang saya baca di IO, pertanyaan tentang biaya hidup adalah pertanyaan klasik buat para mahasiswa Indonesia yang kesana. Tapi jika dibandingkan dengan Negara lain, jerman termasuk Negara termurah untuk biaya pendidikan dan biaya hidup. Nah lho?

 

Selidik punya selidik, ketika saya tanya di grup beasiswa yang dikelola oleh dosen saya, beberapa menyampaikan bahwa dari beberapa negara maju di Eropa Barat dan Skandinavia, Jerman termasuk kedalam negara yang cost living paling rendah diantara negara lain semisal Prancis, Belanda, Inggris, Belgia. Apalagi negara Skandinavia (Norway, Swedia, Denmark dll) yang biaya hidupnya bisa ugal-ugalan jika di konversi ke Rupiah.

 

Berdasarkan info dari narasumber, Steve Tirtha, dari sejak kedatangannya tahun lalu ke Jerman pun nyaris tidak ada perbedaan harga bahan makanan pokok yang signifikan. Inflasi di Jerman juga tidak terlalu terasa walaupun sekarang dalam keadaan krisis di US dan Inggris serta beberapa negara anggota Uni Eropa lainnya. Bagi rekan-rekan yang ingin lanjut kuliah ke Jerman baik sebagai single ataupun membawa keluarga tentu mempertimbangkan hal-hal menyangkut masalah keuangan. β€œMoney is not problem, but it would be a problem if u don’t have it”. Tagline humor untuk kalangan scholar hunter. Ada benarnya juga, hehe, tapi bukan hal utama. Yuk luruskan niat. Menuntut ilmu, ikhtiar keras, insya Allah rezeki mengiringi ^^v

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

2 thoughts on “Preparation to German (part 1)

  1. mbak,.. saya pernah baca di beberapa sumber
    swedia itu pendidikannya gratis ko’…soalnya negara sejahtera
    apalagi dengan nobel prize yang dihelat tiap tahun di stockholm..
    menandakan sangat menghargai pendidikan..

    “slah satu leader market furniture di dunia IKEA
    konstfack , tempat lahirnya para designer “IKEA”
    jadi..gitu deh…haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s