Posted in Catatan Naylaa

Kumpulan Twitt Tentang Cinta


Bismillah..

Orang menamakannya #cinta yang defenisinya sampai saat ini tak berwujud, tak terjemahkan.
Mungkin karena ia berkaitan dengan rasa, hingga pemahamannya tak lagi bisa dianalogikan dengan apapun, sebab #cinta hanya untuk dirasa.

Sayangnya, #cinta merebut semua tempat di seluruh bagian hidup seseorang. Yang lemah menjadi kuat, yang sombong menjadi rendah hati, bahkan yang penakut menjadi sang pemberani. Karena #cinta, dalam arah positif-maupun negatif, perubahannya selalu akan mengagetkan.

Kalau #cinta menjadi begitu penting bagi hidup seseorang, maka segalanya akan direbut olehnya. Bekerja karena #cinta, berkarya karena #cinta, hingga berlelah-lelah karena #cinta.

Namun sayangnya, ketika #cinta hanya terpahami sbg kata benda, ia kemudian menjadi roman picisan yg tak bermakna lagi sia-sia. #cinta hanya menjadi rasa yg memabukkan. Setiap helaan nafas adalah #cinta, setiap langkah adalah #cinta, namun ia begitu melemahkan.


#cinta yg terjemahkan dalam kata benda, hanya memberi kebahagiaan rasa tanpa merubah banyak hal, bahkan justru banyak yang melemahkan. waktu kita terkuras habis dengan #cinta, pikiran tersita habis karena #cinta, hingga setiap detik yg terlewati hanya ada #cinta di dalamnya.

maka haruskah #cinta dipersalahkan? sedangkan Allah menciptakannya untuk menyempurnakan kebahagiaan insan yg sering merasa kurang? tentu saja tidak, sebab #cinta dijadikan Allah sebagai salah satu anugerah terbaik bagi setiap manusia.

Maka #cinta yang benar, adalah #cinta yang diterjemahkan kedalam kerja. jika #cinta maka karya yg ingin kuberi. jika #cinta, maka tak jadi soal rasa ini berbalas atau tidak, kita akan tetap memberi yg terbaik untuknya. mengirimkan do’a terbaik untuk-Nya hingga ia -org yg kita #cinta-i- mnjd lebih purna dalam bahagia.

Kita memberi pengorbanan yg terbaik untuknya hingga ia menjadi semakin hebat dimata-Nya. Jika #cinta, maka tak ada kata lain selain memberi. kita memberi, maka ia menjadi lambang #cinta, #cinta yang menyehatkan. Sebab defenisi pasti bagi mrk yg memaknai #cintasbg kata kerja, adalah MEMBERI. jika kita beri, maka tak pernah ada lagi pertanyaan soal “penerimaan”. Kita tak butuh “penerimaan” untuk menyempurnakan cinta. Karena dengan memberi #cinta kita telah sempurna dalam pekerjaannya.

Maka jangan mempersalahkan rasa #cinta, jika ia tak berbalas. Cara kalian memaknainya-lah yg perlu dipertanyakan. Jika kalian #cinta, maka perjuangkanlah ia untuk kalian miliki, namun jika tak berhasil, maka berilah yg terbaik untuknya. Lakukan dengan penuh kesadaran #cinta untuk menjadikannya lebih bahagia. Karena begitulah seharusnya kita menerjemahkan #cinta.

larut dalam #cinta, banyak yg melemahkan. Karena kita tak punya modal iman yang kuat untuk menerjemahkannya menjadi kata benda. Untuk itu, hati-hati dengan “hati”, jika ia sudah terjerembab dalam #cinta, jangan harap ia mudah untuk disembuhkan. karena apa? lagi-lagi, karena kita tak cukup cinta kepada-Nya. Jika kita #cinta pada Allah, maka akan begitu mudah kita mengalihkan #cinta, akan begitu gampangnya kita mengalihkan #cinta dari kata benda menuju kata kerja.

Jika kita lebih #cinta Allah, maka yg kita harap hanyalah DIA. perasaan #cinta pada makhluk-Nya hanyalah sarana mengantarkan kita pada kesempurnaan mencintai-Nya. Jika sebelumnya #cinta menjadi lautan rasa tak bernama, maka #cinta kepada Allah menjadikan perasaan itu semakin purna dalam sujud penghambaan kita kepada-Nya. kita menjadi tergerak untuk memberi yg terbaik baginya, sebab Allah mengajari kepada kita untuk bgt, tdk dengan yg lain. kita tak perlu lemah hanya karena penolakan, tapi kita menjadi kuat, karena benar-benar menyadari, bhw mencintai makhluk Allah itu bs kecewa, namun mencintai Allah itu takkan pernah merana. Karena #cinta pada-Nya menyempurna iman, cinta pada-Nya mampu melegakan rasa.

Sekali lagi, hati-hati dengan “hati” karena ketika kita sudah terjebak #cinta. Maka kita sulit menghindarinya. Kuncinya hanya satu. Cintailah Allah sebelum kamu mencintai apapun, semoga karena-nya #cinta-mu mampu membuat bahagia.

Taipei, 26 November 2011
Terinspirasi dr satu kandungan dalam La Ilaha Illahllah: “Tiada yg patut dicintai selain Allah”.
Taken from: http://twitter.com/#!/yusufalbahi

“… Mereka mencintainya seperti mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman teramat sangat cintanya kepada Allah…” (Al-Baqarah: 165)

.:Pak Ario Muhammad:.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s