Posted in Catatan Naylaa

MOBIL UNTUK KE SURGA


Tepat pukul sembilan pagi Pak Ustadz sudah siap di serambi sebuah masjid jami’ di kawasan kota Malang. Baru satu orang saja “murid”nya yg sudah datang.

“Yang lain kok belum datang juga ya pak?” tanya Pak Abi sang murid yg telah berusaha datang tepat waktu.

“kita tunggu saja, mudah-mudahan sebentar lagi ” Jawab Pak Ustadz, sambil kemudian mengajak Pak Abi mengobrol tentang kemacetan di kota Malang yg semakin tak terkendali.

Hampir pukul sepuluh, para bapak-bapak (murid-murid yang lain) berdatangan, mereka menyalami Pak Ustadz sambil menyampaikan permohonan maaf dan alasan atas keterlambatannya.

 

Tigapuluh menit berlalu, tausyah dari Pak Ustadz selesai, lalu beliau menawarkan kepada murid2nya untuk berdiskusi.

“Maaf Pak Ustadz, saya ijin pamit duluan, karena tadi saya sudah janji pada istri saya mau ngantar belanja” pamit Pak Buya.

“Saya juga mohon ijin ustadz, barusan anak saya sms minta di jemput di sekolahnya karena temannya mengundang tasyakuran di rumahnya yg jauh dari sekolah.” Pamit Pak Abah

“Waduh… sebenarnya saya nggak enak ini kok mau pamit duluan juga, karena ada janji mau meeting dengan klien saya jam sepuluh.” Pak raja juga ikut pamit.

Pak Ustadz tersenyum, “Monggo silakan, semoga semua urusannya lancar.” kata Pak Ustadz dengan bijak, kemudian beliau bertanya pada Pak Abi, “Sampean tidak ada janji dengan orang lain, Pak abi?”

“Alhamdulillah hari ini saya ada janji mengantarkan makanan aqiqoh ke Pondok yatim, tapi saya yakin anak2 di pondok yatim itu pasti tak akan keberatan menunggu sampai saya selesai mengaji dengan Pak Ustadz.” Jawab Pak Abi tulus tanpa prasangka.

“Subhanalloh…..Semoga kelakย  Alloh akan mengganti mobil bapak dengan kendaraan lain yg jauh lebih nikmat untuk dikendarai dan makin banyak memberi manfaat bagi banyak orang. ” Do’a Pak Ustadz dengan spontan.

Pak abi mengerenyitkan dahi, memandang lepas ke pelataran parkir, dan baru menyadari bahwa semua mobil yg parkir di pelataran masjid jami’ itu adalah mobil2 mewah keluaran terbaru, dan cuma ada satu mobil zebra ’86 yg dengan PeDe ikutan parkir di situ dengan muatan penuh berisi panci besar kresek besar yg penuh dan keranjang makanan, yg semua tampak dr luar karena jendelanya berkaca bening.

Pak ustadz dan Pak Abi saling berpandangan, Pak Ustadz tersenyum, Pak Abi tertawa…….

“SUNGGUH TIDAK PENTING APA DAN BERAPA BANYAK YANG KAMU MILIKI,

YG PENTING ADALAH APA YG SUDAH, SEDANG DAN AKAN KAMU LAKUKAN DENGAN APA YG KAMU MILIKI”

๐Ÿ™‚

 

Catatan dari ukhti wigati .

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s