Posted in Ramadhan Ceria

SKETSA RAMADHAN


Bismillah…  Ketika matahari akhirnya bersinar terang lalu birunya langit ada dalam hitungan-hitungan detik di siang hari. Semesta seakan bertasbih, bernyanyi riang bersama waktu yang berkejaran di bulan mulia ini. Inilah Ramadhan-Mu, bulan yang telah dinanti oleh para penghamba-Mu, waktu yang telah ditunggu oleh mereka yang rindu kepada-Mu, saat yang selalu dirindui oleh mereka yang benar-benar mencintai-Mu. Ramadhan-Mu adalah sketsa perjalanan tentang penghambaan. Ia adalah penguat bagi langkah-langkah kaki yang mulai goyah karena terkikis oleh dunia pada hari-hari sebelumnya. Ramadhan-Mu, adalah bulan perbaikan. Ramadhan-Mu adalah bulan penuh cinta.

Dalam sebuah kisah, seorang Arab Badui pernah datang kepada Nabi Saw, lalu bertanya,

“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang apabila aku mengerjakannya, masuk surga. Rasul Saw. menjawab, Sembahlah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu… dan kerjakan puasa Ramadhan” (1)

Ramadhan-Mu adalah jalan menuju cita-cita teragung, yaitu menjadi penghuni syurga. Maka jalanan menuju capaian cita-cita itu adalah cerita tentang pengorbanan. Tanpa makan, tanpa minum, beribadah kepada-Mu adalah bentuk pengorbanan fisikmu kepada Allah. Dan barang siapa yang tulus karena-Nya, syurgalah tempat kembalinya.

Karena Ramadhan-Mu adalah bulan penuh cinta untuk menghamba kepada-Mu. Maka jadikanlah setiap momen yang berlalu berisi dengan gairah untuk selalu memiliki-Nya. Mengumpulkan setiap nafas yang terserak dalam waktu bersama kekuatan untuk terus bergerak dan berkarya karena-Nya. Setiap celah, setiap titik, setiap keping perjalanan harimu, isilah ia dengan semangat membara karena-Nya. Jadikanlah Ramadhanmu adalah madrasah terindah untuk membentuk lakumu, memperbaiki citamu, meluruskan niatmu, dan membersihkan salahmu.

Hingga nanti, ketika engkau memandang cakrawala yang membentang, di sana akan selalu terkabarkan cerita-cerita tentang kualitas karaktermu. Janganlah kau risau tentang mata yang memandangmu, janganlah kau terganggu dengan lisan yang bertebaran di sekelilingmu, sebab penilaian Allah adalah mutlak. Ia tak berpihak, dan seadil-adilnya keputusan, adalah yang lahir dari-Nya. Maka pastikanlah, langkah kakimu, suaramu, semangatmu, adalah kumpulan kerja kerasmu yang bukan lahir karena sesuatu, tapi benar-benar ada karena engkau ingin selalu memiliki-Nya.

Selamat bekerja, selamat berkarya, semoga Allah merahmatimu.🙂

Taipei, 12 Agustus 2010

[Ario Muhammad]

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s