Posted in PIMNAS XXIV UNHAS

Edisi Culinary 1


Di tengah capainya mengurus dan memperjuangkan PKM, bersyukur akhirnya sampai juga di hotel. Badan sudah kumus2. Pingin segera mandi dan tidur di kasur hotel nan empuk. Tapi entah napa si dila tiba-tiba menungguku turun dari bis, di gandeng pula. “Ayo mbak” katanya. Heran napa nie anak. Berhubung badan sudah lemas, pasrah saja di tarik ke dekat lift. Sampaaaiii, ada sosok berbaju gamis tersenyum menyapa. Butuh loading otak 1 menit untuk bisa kenal. “Mbaak dhilllaaaa” teriakku.. Aduh paling ku juga mimpi, lha ni di Makassar euy, masak dari Surabaya mbolang jauh banget pikirku.

“Hehe, wajahmu lucu banget nil, kaget yaa?” Senyumnya nakal. “Nie sekalian sama abi pas lagi di Makassar. Ngisi pelatihan sholat. Ayok kita anak-anak medfo keluar. Makaan”,

Kuakui, hobi jalan-jalan dan kuliner mbak dhila a.k.a mami di medfo ini ndak pernah selesai dimana pun kapan pun. Di BEM pun demikian. Hehe. Jadilah akhirnya pada menghubungi bala kurawa dan srikandi medfo yang lagi di Makassar. Randika, Lutfia dengan kamera SLR nya, Heri yang nda bisa nolak gratisan, plus Ayu dan Dila. Sayang Icha nda bisa ikut, sakit. Usut punya usut ternyata mereka uda pada tahu mba dhila di Makassar dan sngaja merahasiakan terutama dariku. Alamak. Nakal!

Tempat yang kami kunjungi akhirnya coto Makassar. Dekat hotel. Maklum, udah malem trus nda berhasil nyewa taksi besar. Ya yang deket2 aja.

[Yang moto Lutfia ni^^]

Nyoba Jus apa ya namany? Namanya aneh. Terong Belanda ! Tapi pokoknya enak banget. Uda pilek yang penting manteep!😀

Pengalaman lucu pertama kali makan coto. Innocent aja, ta’ pikir nda di kasih bumbu, garam dan sebagainya. Jadi langsung dimakan, kesan pertama, hambar! Makannya pun dengan lontong. Melihat anak-anak bilang enak, jadi ya mau gimana makan aja deh. Di detik-detik ketika tinggal kuah dan lontong, eaa, Dila bilang heran, “mba kok nda di kasih garam kecap?” tanyanya. “Eh, pake to?” tanyaku kaget. Pantesan rasanya jadi beda kalo uda dikasih lo! Maknyusss!! Murah pula. Cuma 6 ribu. Jadi ingat mas fian beli 40-50 ribu, Hii.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s