Posted in Catatan Naylaa

Dauroh Tahfizh dan Tahsin (Part 1)


Alhamdulillah, akhirnya diberikan kesempatan untuk menuangkan ilmu yang didapat ketika dauroh kemarin. Biarpun sempat molor 1 mingguan. Afwan. Namun, semoga bermanfaat. Semoga bisa menjadi pemicu untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.🙂

Dauroh yang dilaksanakan tanggal 5 Juni ini terbagi jadi 3 sesi. Sesi pertama diisi oleh Ustad Ali , sesi kedua di isi Ustad Muhalimin, dan sesi 3 lebih kepada bacaan Al Qur’an.
Banyak ilmu yang bisa di ambil selain dari 3 sesi itu, baik ketika pelaksanaan atau pun pasca acara. Subhanallah, bisa terkondisikan sehingga acara dapat berlangsung tepat waktu sehingga bisa berhenti sebelum adzan berkumandang. Joss ^_^b

Note ini bukan bermaksud menggurui, Tapi sebagai reminder dan rem. Bismillah.🙂
nb: untuk teman2 yang kemaren datang ke dauroh, monggo ditambahkan ^^

***

~Ustad Ali Ridlo~

CIRI – CIRI ORANG YANG BAKAT AL QUR’AN

Sharing dari Ustad Ali Ridho, ada beberapa cirri seseorang yang bakat terhadap Al Qur’an. Diantaranya:
1. Senang mendengarkan bacaan Al Qur’an dalam waktu yang lama
2. Kuat bila berlama-lama berduaan membaca Al Qur’an.
Mungkin ini saat yang tepat bagi kita, seberapa banyak kita membaca surat cinta ALLAH tersebut? 1 jus kah? 2 jus kah? Atau 3 jus?? QS 3:113

3. Senang dan termotivasi setiap kali mendengar taujih Al Qur’an

QS 72: 1-2.
Kalau misalnya umur dijadikan kendala seseorang untuk menghapal Al Qur’an karena mudah lupa dan sebagainya, coba tengok kembali. Rasulullah sholallahu’alaihi wasallam mulai menghapal Al Qur’an ketika usia 40 tahun.

4. Mempunyai waktu WAJIB atau Special untuk Al Qur’an.
Jadi, bukan membaca Al Qur’an dikala waktu-waktu senggang. Nah, contohnya adalah ba’da ashar hingga isya’, 45 menit hingga 1 jam. Sungguh, ketika diri ini jarang mendekatkan diri sejenak untuk membuka Kalamullah, untuk sekedar membaca atau pun mentadabburi, akan terasa yang namanya kegersangan hati.

5. Senang bergaul dengan para penghapal Al Qur’an dalam rangka menggali pengalaman Al Qur’an mereka.

Al Isra’: 7
Perlu diketahui, ternyata, ibadah kita mempunyai efek domino kepada ibadah-ibadah kita yang lain loh. Ketika amalan-amalan kita yang lain baik dan rutin kita lakukan, insya ALLAH itu akan berimbas positif pada amalan-amalan kita yang lainnya.

Begitu pula seseorang yang ingin menjadi penghapal Al Qur’an. Ketika dia mendapatkan kesempatan untuk berbuat maksiat, dia akan berusaha menghindar darinya. “Wah, ini yang akan membuat saya malas melakukan muroja’ah. Hush, hush, pergi jauh-jauh”. Begitu ~

Jadi, ketika malas mulai datang, segeraa libass dengan mengucap Istighfar, memohon pertolongan ALLAH. Insya ALLAH syaitan akan lari ^^v

6. Merasa ghibthoh (iri berat) setiap kali melihat seorang penghapal Al Qur’an.

Ini adalah rasa iri yang positif dan diperbolehkan oleh ALLah loh (Al Hadits).
Jadi sampai kita menjadikan excuse ketika melihat seseorang yang mampu menghapal. Misalnya, “pantesan aja, dia kan anak ustad, nda heran deh”

7. Memperbanyak doa untuk menjadi hafizh Al Qur’an.

Tips dari saudara-saudara kita yang menjadi hafizh, salah satunya adalah dengan mencuri waktu di waktu-waktu dimana do’a itu sering dikabulkan ALLAH. Pilih waktu mustajab. Misalnya saat sujud, sholat tahajud, dan sebagainya.

8. Senang dengan Qiyamul Lail yang panjang.

Dan ketika sholat malam berjamaah pun siap, seperti halnya siapnya shahabat Hudzaifah yang ketika itu menjadi makmum Rasulullah sholallahu’alaihi wasallam. Beliau membacakan surat Al Baqarah, Al Imron dan An Nisa. Jika bukan karena ALLAH, mungkin sudah ditinggalkan karena capai dalam sholat

9. Banyak mengkhatamkan Al Qur’an, khususnya di bulan Ramadhan

Khatam disini hanya bisa dilakukan bila kita merasa butuh dengan Al Qur’an. Dan ketika kita nda khatam-khatam dalam membaca Al Qur’an, pertanyaannya adalah, “Sudahkan kita merasa butuh dengan Al Qur’an? Seberapa sering kita membuka ayat-ayat ALLAH itu?”

10. Menjadikan waktu-waktu yang disia-siakan oleh kebanyakan manusia untuk Al Qur’an.

Semua orang BISA menjadi seorang penghapal Al Qur’an, kecuali mereka yang tidak mau.

11. Tidak menyerah dengan rasa malas dan futur.

Penyakit ini yang biasanya melanda kebanyakan muslim dan muslimah. Bagaimana seseorang bisa menghapal Al Qur’an jika niat ada tapi malas untuk melakukan hapalan? Maka, muroja’ah menjadi satu poin penting untuk selangkah lebih dekat dengan Al Qur’an. Kadang-kadang rasa malas mulai datang ketika kita membaca 1, 2 atau 3 lembar.

Nah, tips dari Ust Ali Ridlo, teruskan bacaan kita! Itu salah satu godaan dari syaitan agak kita menghentikan bacaan kita. Ketika kita meneruskan bacaan kita, lama-lama insya ALLAH kita justru tidak akan merasa capai. Karena sesungguhnya perasaan itu dari syaitan, dan syaitan sungguh akan lari ketika dibacakan ayat-ayat suciNya.

***

Bismillahirrohmanirrohim. Sesungguhnya umur itu adalah rahasia ALLAH. Kita tidak tahu kapan ALLAH akan memanggil kita. Allahu Akbar jika itu dalam keadaan khusnul khatimah. Jika tidak??

Kita membutuhkan amalan sholeh banyak supaya di saat ‘akhir’ kelak kita bisa ber-tawassul kepada ALLAH. Mungkin, Al Qur’an bisa menjadi amalan unggulan antum kelak ketika ditanya?🙂

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

2 thoughts on “Dauroh Tahfizh dan Tahsin (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s