Posted in Catatan Naylaa

Sambil menunggu jalannya monev (monitoring evaluasi) dikti untuk pkm, saya iseng-iseng membuka beberapa website. Sampai pada republika.com. Sambil asyik menscroll down berita-berita, saya menemukan beberapa deretan berita tentang beberapa warga Negara asing yang masuk Islam. Allahu Akbar! Allah memberikan hidayah kepada mereka. Usaha mereka menjemput hidayah tidak sia-sia.
Lagi-lagi, banyak cara ALLAH mengingatkan dan memberi hidayah seseorang. Melalui jalan yang tidak terduga-duga. Bahkan mungkin oleh si warga asing tersebut. Ada yang memperoleh hidayah karena tidak sengaja mendengar lantunan tilawah Al Qur’an. Alhasil, satu keluarga terpesona dan menyatakan syahadat. Ya Rohmaan!

“Ibu saya merasa tenang jiwanya ketika mendengar bacaan (tilawah) Al-Qur’an, meskipun beragama Kristen. Demikian pula yang dirasakan oleh ayah saya,” tutur Zainab Muhammad Nuhas seperti dikutip dari republika.

Sama halnya dengan yang dialami oleh Jennifer Jeffries pasca menjadi seorang muslimah. “Menjadi Muslim, adalah perjalanan batin yang dahsyat bagi saya. Suara azan, kini terdengar bagaikan himne yang indah bagi saya. Berdiri di shaf perempuan untuk shalat berjamaah sungguh membuat merasa sama dan indah. Meluangkan waktu sepanjang hari untuk berhenti dan berpikir tentang Tuhan sebanyak lima kali memberi saya perspektif tentang betapa relatifnya kesulitan pekerjaan saya. Menghafal ayat Alquran dan mengulangnya kembali dalam salat memungkinkan saya untuk memikirkan kembali prinsip-prinsip agama dasar, dan bagaimana menerapkannya dalam hidup saya sekarang. Berdiri tegak, membungkuk, membungkuk rendah mengingatkan saya pada salam yang saya pelajari dalam yoga. Namun sungguh indah ketika menggunakan tubuh saya untuk memuji Tuhan, mengisi pengalaman saya sebagai bagian dari dunia Tuhan”, cerita Jennifer Jeffries

“Saya juga menjadi lebih menghargai kehidupan,” tambah wanita yang berprofesi sebagai dokter ini. “Menuju peternakan, mengambil domba dan menyembelihnya secara halal, mengingatkan saya pada berharganya hidup dan karunia ang memungkinkan daging untuk tiba di meja makan saya. Saya menyadari di bulan Ramadan bahwa saya bisa menghindari makanan dan minuman dari fajar sampai senja. Hal ini mengingatkan saya pada penderitaan orang lain, dan pentingnya mengendalikan tanggapan pribadi saya sendiri atas aneka kesulitan saya”,
Perubahan kondisi mereka menjadi muslim memang secara drastis mengubah perilaku mereka. Namun, mereka tetap merasa nyaman dengan kondisi tersebut. Meskipun kadang gunjingan bahkan penindasan kerap mengiringi. Namun, Allah memberikan penghiburan yang sangat indah melalui surat cintaNya,

Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar

Berkaca dari pengalaman kedua musliam tersebut, terkadang muncul perasaan aneh. Mereka yang notabene baru saja menjadi seorang muslim dan muslimah itu justru lebih keukeuh dan istiqomah menjalankan keislamannya. Seperti yang dilakukan oleh keluarga Zainab tadi. Mereka kian intensif mendengarkan tilawah Al-Qur’an dan mengikuti kajian-kajian keislaman yang ditayangkan di televisi kabel. Inilah yang kemudian menguatkan tekad mereka untuk segera bersyahadat.

Mungkin, satu dari sekian banyak hal yang harus segera dilakukan adalah melakukan introspeksi besar-besaran. Seberapa kita menghargai agama kita? Seberapa berartinya Islam dalam kehidupan kita?

Saya pribadi bukan orang yang sempurna. Kadang keimanan pun naik turun, karena itu memang sudah keniscayaan. Tapi, minimal dengan berkaca dari perjuangan teman-teman muslim dan muslimah lain yang baru saja menyatakan keislaman dan terus istiqomah tersebut harapannya mampu memotivasi untuk terus memperbarui niat kita. Islam secara totalitas.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s