Posted in Mengambil Teladan

Kadang sempat terlintas di otak.
Kehidupan ini rasanya stagnan. Muncul rasa cemburu di benak melihat orang-orang yang diberi kelebihan nikmat oleh ALLAH dari segi harta, namun justru dihambur-hamburkan. Sedangkan dilain pihak, banyak orang yang benar-benar membutuhkan uang, untuk sesuap nasi, harus bekerja sehari semalam. Walau kadang, gaji yang diperoleh tidak cukup untuk menyambung hidup. Setiap hari bekerja keras. Membanting tulang.
Mungkin terpikirkan, sungguh tidak adil. Masya ALLAH.
Tapi, melalui perenungan panjang, terpikirkan “mengapa tidak melihat dari kacamata lain?”. Bagaimana jika saya yang menjadi orang kaya tersebut, kemudian menjadi sombong dan lupa bahwa semua harta berlimpah yang saya miliki dari ALLAH? Na’udzubillahimindzalik!
Saya jadi teringat bahwasannya mengapa tidak melihat dari sudut pandang lain? Lagi-lagi. Belajar dari kisah ibunda tercinta, Fathimah r.a, putri tercinta Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Bahkan di dalam Khashaish Madrasatin Nubuwah diriwayatkan bahwa Fatimah binti Muhammad telah mengisi seluruh lembaran hidupnya dengan bekerja keras. Bayangkan saja, di dalam satu waktu, Fatimah sanggup mengolah tepung dengan tangannya, sambil kakinya membuai Husain, mulutnya membaca Alquran, dan matanya menangis karena takut kepada Allah SWT. Seandainya hidupnya lebih panjang, dan ada peluang untuk melakukan lebih banyak pekerjaan, niscaya beliau akah menghadapi hidup dengan tegar dan ceria.
Belum lagi suami beliau, Ali r.a, menantu kesayangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. pun seorang pekerja keras yang tidak pernah memilih-milih pekerjaan. Pernah suatu ketika ia terpaksa membantu seorang wanita tua mengangkat 16 ember, demi mendapatkan 1 butir korma untuk setiap embernya, hingga tangannya bengkak-bengkak. Ketika ditunjukkan hasil pekerjaannya kepada Rasulullah SAW, beliaupun tersenyum, menunjukkan keridhaannya dengan ikut memakan kurma hasil pekerjaannya itu.

Maka tidak masalah untuk bekerja keras, namun dibarengi dengan kerja ikhlas. Insya ALLAH ridho dan barokah-Nya senantiasa mengiringi langkah ini.

Author:

.: Even though there is no one understand, you still have Allaah. You still have places for sujood :.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s